51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Asap Cair Sekam Padi untuk Terapi Periodontitis

Foto by Wikipedia

Terapi utama kelainan jaringan penyangga gigi atau periodontitis adalah dengan menghilangkan faktor etiologi utama yaitu bakteri. Namun, bakteri penyebab menjadi lebih kompleks dari waktu ke waktu dan memicu respons inflamasi yang berbeda pada setiap individu, sehingga diperlukan pemberian terapi tambahan untuk mengendalikan infeksi bakteri dan proses inflamasi. Strategi lain yang perlu diperlukan adalah suatu bahan dengan sifat anti-inflamasi dan anti-bakteri, seperti yang banyak digunakan yaitu klorheksidin glukonat. Namun, bahan ini memiliki banyak efek samping dan yang paling penting peningkatan resistensi bakteri, sehingga diperlukan suatu bahan yang mampu mengatasi kondisi ini.

Pengobatan tradisional atau fototerapieutik telah banyak digunakan. Karena mengandung banyak senyawa yang memberikan manfaat kesehatan rongga mulut. Salah satu bahan alami yang dikenal memiliki banyak manfaat dalam mempercepat proses penyembuhan adalah asap cair. Asap cair adalah suatu cairan, yang dibuat dengan mengkondensasi asap dari pembakaran kayu yang dibakar secara tidak langsung menggunakan suhu tinggi. Asap cair mengandung banyak senyawa yang terdiri atas asam, karbonil dan fenol. Senyawa ini dapat berperan sebagai agen anti-bakteri dan antioksidan. Asap cair yang dapat diproduksi, salah satunya dari sekam padi, tempurung kelapa, dan kulit kenari. Di Indonesia, cairan ini biasanya digunakan sebagai bahan pengawet tradisional untuk daging, ayam, ikan, dan daging olahan. Dalam penelitian sebelumnya, asap cair sekam padi mengandung 161 senyawa. Dalam penelitian in-vitro dan in-vivo asap cair sekam padi menunjukkan aktivitas anti-inflamasi, anti-alergi, dan antioksidan yang kuat. Namun, potensi ini masih belum dieksplorasi dan dianalisis secara ekstensif. Efek anti-inflamasi dari asap cair sekam padi menghambat pembentukan sitokin seperti faktor nekrosis tumor (TNF-α), interleukin-1α (IL-1α), dan IL-6. Asap cair sekam padi ini berpotensi mempercepat proses penyembuhan dengan meningkatkan pembentukan fibroblast dan kolagen. Potensi ini mungkin terkait dengan beberapa jenis senyawa fenol dengan berat molekul rendah antara lain 4-ethylguaiacol dan 4-methylguaiacol.

Secara khusus, senyawa-senyawa ini secara signifikan meningkatkan ekspresi dan aktivasi faktor nuklir erythroid-2/heme oxygenase-1 (Nrf-2/HO-1) dan menghambat jalur pensinyalan NF-κB/IkBα. Senyawa fenol ini akan meningkatkan produksi dan pelepasan Nrf-2 ke dalam nukleus dan akan mengekspresikan HO-1 yang berfungsi untuk mencegah fosforilasi NF-κB/IkBα, sehingga mengurangi aktivasi NF-κB dan translokasinya ke nukleus, akhirnya menekan keradangan melalui interleukin 1 β (IL-1β)

Penelitian saat ini menganalisi potensi asap cair sekam padi pada hewan coba dengan periodontitis dengan mengamati ekspresi IL-1β and Nrf-2. Hasil yang kami peroleh adalah ekspresi IL-1β mengalami penurunan yang signifikan setelah diberi asap cair sekam padi selama 2 dan 7 hari. Sebaliknya ekspresi Nrf-2 mengalami peningkatan yang signifikan setelah diberi asap cair sekam padi. Pemberian asap cair sekam padi ini menghambat pembentukan radikal bebas yang berlebihan selama proses kerusakan jaringan penyangga gigi. Produksi radikal bebas yang berlebihan dan kekurangan antioksidan yang relatif menyebabkan peningkatan kerusakan oksidatif protein dalam jaringan periodontium, peroksidasi lipid dalam plasma, saliva, dan cairan krevikul gingiva, sehingga mengakibatkan kerusakan jaringan dalam jangka waktu yang lama. Sifat antioksidan asap cair sekam padi diperoleh dengan mencegah produksi radikal bebas dalam jaringan periodontal dengan meningkatkan ekspresi Nrf-2. Nrf-2 meregulasi antioksidan dan enzim detoksifikasi, yang meningkatkan efek sitoprotektif seperti penurunan sinyal jalur inflamasi dan kerusakan oksidatif dalam jaringan. Dengan adanya temuan ini, menambah suatu bukti, bahwa asap cair sekam padi dapat digunakan sebagai salah satu kandidiat fototerapieutik untuk terapi periodontitis. Penelitian lebih lanjut untuk memastikan keamanan dan penggunaan asap cair pada pasien.

Penulis: Ira Arundina.

Tulisan lengkap kami dapat dilihat di:

The expression of interleukin‘1β and nuclear factor erythroid‘2 in the periodontitis after treatment of liquid smoke rice hull. 2022. Journal of Advanced Pharmaceutical Technology and Research.

AKSES CEPAT