51动漫

51动漫 Official Website

Nanopartikel Asap Cair Sekam Padi

Foto by Beston Group

Sekam padi dapat digunakan untuk memproduksi asap cair dan dapat digunakan di bidang kesehatan. Asap cair adalah senyawa yang dihasilkan dari proses pirolisis, sehingga mengandung komponen organik, seperti fenol dan asam asetat, yang memiliki sifat antioksidan dan antimikroba. Pemberian topikal asap cair sekam padi terbukti menghambat sekresi sitokin proinflamasi, menginduksi sekresi faktor pertumbuhan yang berperan selama penyembuhan luka pada mukosa rongga mulut dan periodontitis. Senyawa aktif dalam asap cair sekam padi dapat bekerja secara optimal jika mencapai target terapi secara efektif dan efisien. Hal Ini dapat dicapai dengan menggunakan nanoteknologi yang disebut nanopartikel. Nanopartikel adalah bahan yang berukuran sekitar 1 hingga 100 nanometer. Di bidang biomedis, nanopartikel digunakan sebagai pembawa obat, terapi, dan diagnostik. Nanopartikel digunakan sebagai pembawa obat dengan mencampurkan bahan aktif secara kimiawi. Nanopartikel dapat meningkatkan penyerapan obat, sehingga meningkatkan bio-avaibilitas dengan cara meningkatkan stabilitas dan kemampuan untuk melindungi zat aktif terhadap faktor degradasi.

Nanopartikel asap cair sekam padi berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat karena memiliki efek antiinflamasi yang dapat memodulasi proses osteogenesis melalui penghambatan sitokin proinflamasi. Dengan ukurannya yang kecil, sehingga dapat masuk ke dalam sel dengan mudah. Absorbansi dan bioviabilitas nanopartikel yang tinggi memiliki kemungkinan risiko akumulasi nanopartikel yang tidak diinginkan dalam tubuh manusia, sehingga penting untuk mengetahui potensi toksiknya. Penelitian yang dilakukan saat ini adalah membuat nanopartikel yang mengandung asap cair sekam padi sebagai pilihan terapi untuk periodontitis. Nanopatikel dihasilkan dengan menggabungkan chitosan dan maltodextrin, sehingga diperoleh partikel dengan ukuran 32.84 nanometer. Uji toksisitas dilakukan pada sel osteoblast sebagai sel utama penyusun tulang alveolar. Sel ini menjadi target utama dalam terapi periondontitis.

Berbagai konsentrasi asap cair sekam padi dalam nanoparticle diujikan pada sel osteoblast. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa nanopartikel asap cair sekam padi konsentrasi 1, 2.5, 5, 7.5, 10, and 12.5% memiliki viabilitas sel osteoblast >60 %, yang dalam hal ini dinyatakan tidak toksik.

Dalam bentuk nanopartikel, senyawa aktif dalam asap cair sekam padi dapat memberikan efek yang dipetik secara optimal karena nanopartikel dapat masuk dalam sirkulasi dan jaringan karena sifat permeabilitas yang tinggi sehingga mampu melewati berbagai hambatan biologis, sehingga suatu senyawa dapat secara efektif mencapai target terapeutik.  Keuntungan lain dari nanopartikel adalah peningkatan afinitas sistem karena peningkatan luas permukaan kontak pada jumlah yang sama. Nanopartikel asap cair sekam padi meningkatkan viabilitas osteoblast dapat menyebabkan sekresi dari faktor pertumbuhan, seperti faktor pertumbuhan fibroblast, yang dapat mempengaruhi proliferasi sel osteoblas. Viabilitas osteoblast yang lebih tinggi memberikan bukti bahwa nanopartikel ini tidak toksis, baik sekam padi asap cair sehingga dapat digunakan sebagai obat alternatif dan bahan alam dalam bidang kedokteran gigi.

Penulis: Ira Arundina

Tulisan lengkap kami dapat dilihat di:

Osteoblast Viability of Liquid Smoke Rice Hull and Nanoparticles Form as Periodontitis

Treatment. 2022. European Journal of Dentistry.

AKSES CEPAT