51动漫

51动漫 Official Website

Asap Mesin Peleleh Plastik Resahkan Warga, Mahasiswa BBK 7 Kenalkan Teknologi Wet Scrubber di Kampung Siba Klasik

Mahasiswa BBK 7 Kelurahan Sidokumpul sedang mendemonstrasikan prototype wet scrubber sederhana di hadapan Karang Taruna Kampung Siba pada Minggu (25/1/2026)
Mahasiswa BBK 7 Kelurahan Sidokumpul sedang mendemonstrasikan prototype wet scrubber sederhana di hadapan Karang Taruna Kampung Siba pada Minggu (25/1/2026) (Foto : Dok. BBK 7 Kelurahan Sidokumpul)

UNAIR NEWS-Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51动漫 di Kelurahan Sidokumpul menggelar edukasi dan demonstrasi prototype teknologi Wet Scrubber sederhana untuk mengatasi permasalahan pencemaran asap yang dihasilkan oleh aktivitas mesin peleleh plastik, sehingga aktivitasnya sempat dihentikan. Kegiatan ini berlangsung pada hari Minggu (25/1/2026) bertempat di Balai RT Kampung Siba Klasik. Program kerja ini dihadiri oleh Pembina Karang Taruna Kampung Siba Klasik serta beberapa anggota Karang Taruna.

Kegiatan ini bertajuk 淢enuju Kampung Siba Klasik Bebas Asap Melalui Pengenalan Teknologi Wet Scrubber Sederhana yang dikemas dalam pengenalan singkat wet scrubber, demonstrasi langsung prototype, serta potensi pengembangannya di masa mendatang.

Berawal Dari Keluhan Warga

Menurut Maria Shelina Angie, selaku Ketua BBK 7 Kelurahan Sidokumpul mengatakan bahwa ide kegiatan ini digagas berdasarkan penuturan Kepala RT Kampung Siba Klasik, Bapak Saifudin. Beliau menyampaikan kekhawatiran warga akan asap keluaran mesin peleleh plastik yang biasa dioperasikan untuk produksi paving dari sampah plastik, sehingga dapat mengancam kesehatan warga sekitar.              

淗al ini juga selaras dengan capaian SDGs ke 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDGs ke 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab) ujarnya Shelin.

Antusiasme Implementasi Wet Scrubber

Kegiatan diawali dengan pemaparan konsep teoritis dari wet scrubber dilanjutkan dengan demonstrasi prototype serta kemungkinan pengembangan scrubber versi scale up. Sesi tanya jawab berjalan dengan sangat antuasias dan hampir seluruh penonton mengajukan pertanyaan. Di penghujung kegiatan, Ibu Dina selaku Pembina Karang Taruna Kampung Siba Klasik menyampaikan ucapan terimakasih kepada Mahasiswa BBK 7 yang telah membantu memberikan solusi inovatif atas permasalahan mereka.

淪emoga setelah kegiatan ini berakhir, adik-adik dari Karang Taruna dapat segera mengimplementasikan ilmu yang didapat untuk keberlanjutan pengelolaan sampah plastik di Kampung Siba tutupnya.

Penulis: Tsabita Dini Priyanka

AKSES CEPAT