Bayi prematur lebih rentan terhadap sindrom metabolik dan gangguan kognitif daripada bayi yang lahir cukup bulan. Saat bayi prematur keluar dari rumah sakit, maka kondisinya menjadi hal yang sensitif dan perawatan terbaik perlu diberikan untuk pertumbuhan bayi dan komposisi tubuh optimal. Pemberian air susu ibu (ASI) telah direkomendasikan sebagai makanan alami untuk bayi prematur dan sebagai strategi untuk mengurangi penyakit dan beban ekonomi. Sebuah review sistematik dilakukan oleh Dzulkifli dkk (2024) bertujuan untuk membandingkan komposisi tubuh bayi prematur yang diberikan ASI dan bayi prematur yang mengkonsumsi susu formula. Untuk melakukan review tersebut, tersaring lima belas artikel dari jurnal tahun 2013 sampai dengan 2023, yang berkaitan dengan pemberian ASI pada bayi prematur dan kaitannya dengan komposisi tubuh.
Hasilnya, terungkap bahwa pemberian ASI pada bayi prematur berhubungan positif dengan deposisi massa bebas lemak tubuh sehingga berkontribusi terhadap komposisi tubuh, mencegah obesitas, menghambat kerugian pada perkembangan sel saraf, dan mendukung pertumbuhan yang optimal dibandingkan pemberian susu formula. Komposisi tubuh bayi prematur berubah selama pemberian ASI sehingga dapat membantu mengurangi faktor risiko sindrom metabolik.
Meskipun pemberian ASI pada bayi prematur lebih lambat dalam menaikkan berat badan dibandingkan susu formula, namun lebih baik dalam pemulihan komposisi tubuh melalui deposisi massa bebas lemak tubuh. Dampak positifnya, dapat menyebabkan peningkatan hasil metabolisme dan perkembangan saraf. Dengan demikian, promosi ASI dan dukungan pemberian ASI perlu diprioritaskan dalam perawatan bayi prematur.
Penulis: Siti Rahayu Nadhiroh
Link:
Baca juga: Peran Pendidikan Kesehatan dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Ibu Menyusui





