51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Asosiasi Polimorfisme Gen Neurotransmiter dan Lingkungan dengan Kadar Gula dan Kebugaran Jasmani

Foto oleh breathewellbeing.in

Kadar gula darah merupakan salah satu faktor biologi yang menentukan metabolisme normal dalam tubuh manusia. Pada penelitian terdahulu telah banyak dilaporkan adanya asosiasi yang erat antara tingginya kadar gula darah, misalnya pada penderita diabetes mellitus tipe-2 (DMT2) dengan meningkatnya risiko terjadinya penyakit-penyakit kardiovaskuler termasuk hipertensi. Selain itu, beberapa faktor lain dapat mempengaruhi terjadinya penyakit atau gangguan kardiovaskuler termasuk diet dan aktivitas harian. Kedua faktor tersebut dilaporkan pula menentukan tingkat kebugaran jasmani, termasuk kebugaran sistem kardiovaskuler.

Selain itu, telah dilaporkan bahwa beberapa polimorfisme gen neurotransmiter serotonergik dan gabaergik berhubungan erat dengan kebugaran kardiovaskuler melalui pengaturan sistem saraf pusat yang mengontrol asupan diet dan pengaturan respons hormon kortisol dalam tubuh. Penelitian di Kolombia menemukan bahwa polimorfisme transporter serotonergik SLC6A4 berasosiasi dengan tingkat kebugaran tubuh pada usia dewasa. Di lain pihak, polimorfisme gen gamma-amino butirik asid atau GABA melalui salah satu reseptornya yaitu GABRA6 berkorelasi dengan pengaturan neokorteks dan sistem limbik yang dapat mempengaruhi status mental, emosi dan nafsu makan.

Pada penelitian yang dilakukan oleh tim gabungan dari Departemen Anatomi, Histologi dan Farmakologi, Fakultas Kedokteran, 51¶¯Âþ dan Universitas Surabaya, Indonesia, asosiasi antara faktor-faktor tersebut dianalisis pada sampel populasi usia 18-22 tahun yang kesemuanya merupakan ras Mongoloid, dengan status kesehatan baik dan tanpa adanya riwayat pengobatan dan penyakit metabolik sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi asosiasi faktor polimorfisme genetik serta non-genetik termasuk diet, aktivitas harian, tekanan darah, status sosioekonomi dengan kadar gula darah dan tingkat kebugaran tubuh yang dapat mempengaruhi kesehatan sistem kardiovaskuler di masa yang akan datang.

Penelitian tingkat kebugaran dilakukan dengan mengukur kemampuan individu dalam menyelesaikan suatu aktivitas jasmani dalam waktu tertentu. Sedangkan diet sayuran, buah, jajanan serta aktivitas lokomotor dan non-lokomotor dianalisis dari data primer setelah semua peserta penelitian memberikan persetujuan mengikuti studi serta publikasi. Tekanan darah sistolik dan diastolik serta kadar gula darah diukur secara independen oleh 2 orang dokter terlatih agar hasilnya meminimalkan bias yang mungkin terjadi.

Dari penelitian ini ditemukan bahwa beberapa peserta memiliki kadar gula darah dan kadar gula di atas ambang normal. Hal ini tentunya langsung dikomunikasikan kepada yang bersangkutan agar dapat ditindaklanjuti agar mendapatkan tindakan yang tepat untuk mengurangi risiko penyakit metabolik selanjutnya. Tim peneliti juga menemukan adanya asosiasi yang bermakna antara polimorfisme gen serotonergik dan gabaergik dengan kadar gula darah, serta parameter kebugaran kardiovaskuler. Selain itu, ditemukan juga adanya asosiasi yang bermakna antara tingkat kebugaran jasmani dengan asupan buah dan sayur harian. Pada kelompok yang mengkonsumsinya, maka tingkat kebugaran jasmani lebih baik dibandingkan dengan yang tidak.

Dari hasil penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa faktor genetik dan non-genetik tertentu berkaitan erat dengan kadar gula darah dan tingkat kebugaran tubuh. Keduanya dapat menentukan status kesehatan jasmani dan berhubungan dengan faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler di masa yang akan datang.

Dari penelitian ini dapat pula dilakukan tindakan-tindakan perawatan dan preventif untuk mencegah terjadinya penyakit-penyakit metabolik dan kardiovaskuler yang dapat mempengaruhi aktivitas dan produktivitas seseorang.

Penulis: Prof. Viskasari P. Kalanjati, dr., M.Kes., PA(K)., Ph.D.

Email: viskasari-p-k@fk.unair.ac.id

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Kalajanti, V. P., Wahjudi, M., Purwantari, K. E., Visuddho, V., Nawangsasi, P., Oktariza, R. T., Pradana, K. A., Rahmawan, D., and Suwito, B. E. (2023) ˜GABRA6 and SLC6A4 genotypes are correlated with the fasting blood glucose and physical fitness in the seemingly healthy young adults™,

Jurnal Ners, 18(1), pp.80-87. doi:

AKSES CEPAT