COVID-19 merupakan penyakit respiratorik yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Gangguan fungsi pernapasan adalah gejala yang paling sering dijumpai pada pasien COVID-19. Beberapa orang pasca terinfeksi COVID-19 masih memberikan gejala yang menetap seperti sesak napas dan kelelahan, bahkan hingga berbulan-bulan setelah dinyatakan bebas dari COVID-19.
Rehabilitasi pulmonar direkomendasikan untuk memperbaiki fungsi paru, toleransi latihan fisik dan mengurangi kelelahan saat beraktifitas fisik pada pasien pasca COVID-19, terutama pasca perawatan di rumah sakit. Latihan pernapasan merupakan pendekatan sederhana yang dilakukan untuk mengurangi sesak napas dan meningkatkan performa otot pernapasan. Program latihan pernapasan dengan incentive spirometry merupakan salah satu latihan pernapasan yang mendorong pasien untuk melakukan inspirasi lambat dan dalam melalui umpan balik visual, serta dapat dilakukan di rumah, mudah digunakan, aman dan murah.
Berangkat dari hal tersebut Rosa Indah Kusumawardani, Damayanti Tinduh, Andriati, Dewi Poerwandari, Isnin Anang Marhana, Soenarnatalina Melaniani melakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan incentive spirometry terhadap fungsi paru pasien pasca perawatan COVID-19 di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan randomized pretest and postest controlled group design. Penelitian ini dilakukan pada 20 pasien pasca perawatan COVID-19 yang telah dinyatakan negatif, usia 18-59 tahun, serta memiliki perangkat telekomunikasi dengan aplikasi video call, direkrut dan diacak ke dalam kelompok kontrol dan perlakuan. Kelompok perlakuan diberikan latihan pernapasan dengan incentive spirometry dan kelompok kontrol dengan diaphragmatic breathing. Kedua latihan dilakukan setiap hari, 5 kali sehari masing-masing 10 kali repetisi dengan jeda 15 detik, dan jarak antar latihan 1-2 jam selama 4 minggu. Pemantauan latihan dilakukan dengan metode telerehabilitasi. Tempat latihan dilakukan di tempat tinggal masing-masing, latihan di supervisi 2 kali per minggu melalui video call oleh peneliti. Pengukuran fungsi paru dengan peak expiratory flow (PEF) menggunakan peak flow meter dilakukan sebelum dan setelah intervensi pada kedua kelompok.
Penelitian ini menunjukkan peningkatan fungsi paru setelah latihan incentive spirometry dan latihan diaphragmatic breathing. Dalam penelitian ini perbandingan perubahan peningkatan fungsi paru antara kedua latihan tidak bermakna, namun nilai effect size latihan incentive spirometry lebih baik dibandingkan latihan diaphragmatic breathing. Sehingga simpulan penting yang didapatkan pada penelitian ini adalah latihan pernapasan dengan incentive spirometry dapat menjadi terapi pilihan pada pasien pasca COVID-19.
Penulis: Rosa Indah Kusumawardani, Damayanti Tinduh, Andriati, Dewi Poerwandari, Isnin Anang Marhana, Soenarnatalina Melaniani
Informasi detail dari penelitian ini dapat dilihat di Bali Medical Journal
Berikut judul dan link artikel:
Judul : The Effectiveness of Incentive Spirometry Exercise on Pulmonary Function in COVID-19 Survivors: A Randomized Controlled Trial Study Link :





