Sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan COVID-19 sebagai pandemi global, kasus COVID-19 terus meningkat di seluruh dunia. Indonesia adalah salah satu negara degan jumlah kasus yang besar dan angka kematian yang tinggi. Di tengah pandemi COVID-19, berbagai kebijakan dibuat untuk melakukan adaptasi dan mempertahankan sistem kesehatan nasional. Salah satunya adalah terkait kebijakan pendidikan mahasiswa kedokteran, yang pada masa pandemi COVID-19 dilakukan secara daring (dalam jaringan).
Sistem pembelajaran daring ini menawarkan banyak manfaat seperti aksesibilitas, fleksibilitas, dan umpan balik yang lebih mudah. Bagaimanapun implementasinya sangat menantang, terutama di fakultas kedokteran dengan berbagai proses pembelajaran yang kompleks. Pendidikan kedokteran selalu melibatkan tiga aspek nilai yang saling berkaitan, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Sebuah studi dikerjakan dengan tujuan mengevaluasi dampak pelatihan keterampilan medis secara virtual terhadap pengetahuan, sikap, dan praktik siswa serta kepuasan mereka terhadap pembelajaran virtual. Melalui studi ini, diharapkan informasi yang didapat berguna untuk merumuskan kebijakan pembelajaran selama pandemi COVID-19.
Studi ini dikerjakan dengan melakukan perbandingan antara pengetahuan, sikap, keterampilan, dan kepuasan mahasiswa yang mendapatkan pembelajaran secara daring dan secara luring. Pengetahuan dan keterampilan diukur pada saat ujian keterampilan medik pada akhir pembelajaran. Dengan menggunakan kuesioner terstandar, sikap dan kepuasan ditanyakan untuk tiga mata pelajaran keterampilan medis dasar, yaitu anamnesis, pemeriksaan fisik jantung, dan pemeriksaan fisik paru.
Total 288 mahasiswa kelompok daring dan 245 mahasiswa kelompok luring (luar jaringan) berpartisipasi dalam penelitian ini. Secara umum pengetahuan dan keterampilan mahasiswa ditemukan lebih baik pada kelompok daring dibandingkan kelompok luring. Akan tetapi, mahasiswa pada kelompok daring memiliki tingkat sikap terhadap pembelajaran dan kepuasan yang lebih rendah dibandingkan pembelajaran secara luring.
Hasil studi juga menunjukkan tidak adanya pengaruh signifikan kelompok pembelajaran terhadap kelulusan. Faktor yang signifikan memengaruhi kelulusan adalah jenis kelamin, ditemukan bahwa perempuan ditemukan lebih besar persentasenya untuk lulus dalam ujian akhir. Studi sebelumnya menemukan bahwa skor pengetahuan dan keterampilan yang lebih tinggi dikaitkan dengan retensi yang lebih tinggi. Hal ini sangat tergantung pada disiplin diri siswa dalam belajar. Pembelajaran luring selama ini telah menekankan disiplin diri siswa dalam belajar, sedangkan pada pembelajaran daring umumnya masih tergolong sedang. Akan tetapi, efisiensi waktu yang diperoleh selama pembelajaran daring dapat dijadikan sebagai peluang untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa. Hal ini yang mungkin menyebabkan angka pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik pada pembelajaran daring.
Skor keterampilan yang lebih baik juga mungkin didukung dengan keberadaan berbagai alat pendukung pembelajaran, seperti video pembelajaran yang dapat dilihat secara berulang-ulang. Keberadaan video pembelajaran ini diharapkan tetap dijalankan meskipun pandemi COVID-19 telah usai. Mengingat metode pembelajaran yang tiba-tiba berubah, sikap terhadap pembelajaran menjadi perhatian khusus dalam studi ini.
Sikap digambarkan sebagai tingkat pembelajar dari peran mereka ketika berhadapan dengan masalah yang tunduk pada modul, sebagai seorang profesional kesehatan [30], terdiri dari domain self-efficacy, kemauan, dan perilaku dalam penelitian ini. Domain ini akan berkontribusi untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan medis siswa, seperti keterampilan komunikasi dan kesadaran penelitian [31-33]. Namun, perbedaan sikap antara kelompok belajar daring dan luring masih terlihat jelas, mengingat metode pengajaran yang tiba-tiba berubah akibat pandemi menjadi hambatan terbesar dalam sikap terhadap pembelajaran dan kepuasan mahasiswa terhadap pembelajaran daring. Kurangnya fasilitas belajar, motivasi lingkungan, instruksi, akses internet menjadi kesulitan sendiri yang datang dengan adanya pembelajaran daring.
Bagaimanapun, pembelajaran virtual dapat memberikan keuntungan yang tidak dapat diperoleh melalui proses pembelajaran konvensional. Pendidikan keterampilan klinis virtual dapat memberikan pendekatan terperinci. Misalnya, dengan mudahnya akses perekaman saat pembelajaran dapat memudahkan mahasiswa untuk menonton ulang video. Penggunaan audiovisual yang dikombinasikan dengan animasi grafis memungkinkan menjelaskan mata pelajaran yang sulit dengan cara yang dipahami. Oleh karena itu, penggabungan pembelajaran daring dan luring yang tepat dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. Diharapkan dimasa yang akan datang, pembelajaran yang menyenangkan dengan tetap memperhatikan sikap serta kepuasan mahasiswa dapat dilaksanakan.
Penulis : Visuddho Visuddho, David Nugraha, Rezy Ramawan Melbiarta, Rimbun Rimbun, Abdul Khairul Rizki Purba, Irmi Syafa檃h, Arief Bakhtiar, Purwo Sri Rejeki, Achmad Chusnu Romdhoni
Link : https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/10872981.2023.2182665
Judul : Predominant aspects of knowledge and practical skills among medical students with online learning during the COVID-19 pandemic era
Refer : Visuddho Visuddho, David Nugraha, Rezy Ramawan Melbiarta, Rimbun Rimbun, Abdul Khairul Rizki Purba, Irmi Syafa檃h, Arief Bakhtiar, Purwo Sri Rejeki & Achmad Chusnu Romdhoni (2023) Predominant aspects of knowledge and practical skills among medical students with online learning during the COVID-19 pandemic era, Medical Education Online, 28:1, DOI: 10.1080/10872981.2023.2182665





