51动漫

51动漫 Official Website

Astaxanthin sebagai Antioksidan Potensial untuk Meningkatkan Kesehatan dan Performa Produksi Ayam Broiler

Foto oleh Kazinform

Daging unggas dianggap sebagai salah satu sumber protein hewani yang paling populer dengan nilai gizi tinggi dan bahan yang sehat bagi masyarakat di seluruh dunia karena peran biologisnya dalam regenerasi sel dan menjaga kesehatan manusia. Industri perunggasan merupakan salah satu elemen penting di suatu negara untuk memenuhi kebutuhan protein hewani, dan para peneliti telah berupaya untuk berkontribusi pada pengembangannya dengan meningkatkan produksi dan efisiensi kesehatan serta meminimalisir hambatan yang dihadapinya, termasuk stres oksidatif yang dipicu oleh iklim panas seperti yang terjadi di Indonesia sebagai negara tropis. Stres oksidatif adalah salah satu masalah utama yang menyebabkan penurunan laju pertumbuhan, kekebalan tubuh, dan meningkatkan kematian, yang memulai kerugian ekonomi, oleh karena itu, pembentukan radikal bebas / reactive oxygen species (ROS) harus ditekan semaksimal mungkin.

Di bawah suhu lingkungan yang tinggi, produksi ROS meningkat drastis di berbagai jaringan tubuh. Reaksi oksidatif juga dapat ditingkatkan oleh cekaman panas, yang kemudian mempengaruhi kualitas daging dengan mempengaruhi warna daging, pH akhir, keempukan daging, dan kapasitas menahan air. Penelitian dan penelitian terbaru cenderung menemukan solusi dan alternatif untuk mengurangi efek stres oksidatif dengan menggunakan aditif alami seperti karotenoid dalam pakan unggas sebagai alternatif. Karotenoid dari Xanthophyllomyces dendrorhous telah digunakan dalam industri unggas selama bertahun-tahun untuk pigmen telur dan daging. Astaxanthin (AST) adalah salah satu dari kelompok pigmen alami, yang dikenal sebagai xanthophyll karotenoid, yang menunjukkan berbagai aktivitas biologis.

Astaxanthin (AST) memiliki berbagai manfaat dalam industri makanan, pakan, kosmetik, akuakultur, nutraceutical, dan farmasi karena perannya sebagai anti radikal bebas. Dengan kapasitas antioksidan yang tinggi, AST dari Haematococcus pluvialis juga dapat digunakan untuk melindungi hewan dari kerusakan oksidatif yang dimediasi stres panas. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa AST dari ragi Phaffia beku-kering juga memiliki beberapa aktivitas biologis lainnya, termasuk antikanker, antiinflamasi, dan antidiabetik. Disamping itu, AST dari ragi Phaffia ini juga memiliki efek menguntungkan pada kulit, reproduksi, dan tekanan darah.

Penulis: Herinda Pertiwi, drh.

Link:

AKSES CEPAT