51动漫

51动漫 Official Website

Atasi Masalah Sampah, Mahasiswa BBK UNAIR Dirikan Bank Sampah di Durikedungjero

Mahasiswa BBK 6 Desa Kedungrejo sedang memilah sampah dan mengolah sampah bersama warga. (foto: narasumber)
Mahasiswa BBK 6 Desa Kedungrejo sedang memilah sampah dan mengolah sampah bersama warga. (foto: narasumber)

UNAIR NEWS – Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 51动漫 (UNAIR)  Desa Durikedungjero turut serta memperbaiki tata kelola pengelolaan sampah. Mereka berhasil mendirikan tiga bank sampah di Dusun Pasinan, Dusun Ngaglik, dan Dusun Duri di Desa Durikedungjero, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Pendirian Bank Sampah itu juga bagian dari program bernama Sentralisasi Bank Sampah Desa Durikedungjero (SERBASARI) yang berlangsung Senin (28/07/2025) hingga Selasa (29/07/2025).

Solusi Kompleksitas Pengelolaan Sampah 

Ketua Kelompok, Johanes Riski mengatakan permasalahan sampah masih menjadi tantangan serius. Sebagian besar masyarakat mengelola sampah rumah tangga dengan membakar dan membuang tanpa pemilahan. Alhasil dapat berdampak negatif bagi lingkungan, kesehatan, serta kualitas hidup masyarakat. SEREBASARI menjadi solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Kegiatan SERBASARI terdiri dari Sosialisasi dan pendirian bank sampah.  Sosialisasi dilakukan Minggu (13/07/2025) hingga Kamis (17/07/2025). Terdapat penjelasan bank sampah, tujuan, manfaat bank sampah, dan rencana pendirian bank sampah. 

淏ank Sampah tidak hanya mengatasi permasalahan pengelolaan sampah yang salah, tetapi juga dapat dijadikan sebagai peluang ekonomi bagi masyarakat. Jadi solusi pengelolaan sampah yang lebih bijak dan berkelanjutan, katanya. 

Pembukaan dan pengelolaan melibatkan pengurus organisasi bank sampah serta tokoh masyarakat. Antusiasme warga dari ketiga dusun sangat tinggi yang menandakan kesadaran menjaga kebersihan khususnya pengelolaan sampah semakin meningkat.   

Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 51动漫 (UNAIR)bersama warga desa Durikedungjero, lamongan. (foto: penulis)
Dukung Pembangunan Berkelanjutan

Pendirian bank sampah menjadi langkah strategis dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Terutama poin SDGs 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan); SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim); dan SDGs 15 (Ekosistem Daratan). Juga turut  mendukung indikator SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) hingga mendukung perekonomian masyarakat yang sejalan dengan SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan)

Penanggung Jawab Pendirian Bank Sampah SERBASARI, Sandrina Luxmawati menyebut  bank sampah mengurangi sampah dengan pengelolaan yang baik. Sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih, aman, dan lestari sembari meningkatkan pertumbuhan ekonomi di sekitar. Rancangan SERBASARI sesuai dengan kepentingan masyarakat Desa Durikedungjero. Mereka berharap program tersebut dapat berlanjut n atas keinginan warga sendiri. 

淪ebuah program kerja untuk masyarakat harus didukung dengan kesadaran dan kehendak masyarakat yang dituju untuk menjadi penggerak program tersebut di saat dan juga setelah tim KKN-BBK 6 kami meninggalkan desa tempat kami mengabdi. ujarnya. 

Dengan adanya pendirian bank sampah, Tim BBK UNAIR berharap menjadi salah satu solusi inovatif dalam mengatasi permasalah lingkungan. Terkhusus pengelolaan sampah yang salah. Namun, juga berperan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat yang sejalan dengan agenda pembangunan global berkelanjutan.     

Penulis : Azhar Burhanuddin

Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT