51动漫

51动漫 Official Website

Jejak Internasional Mahasiswa HI jadi Delegasi di Korean Cultural Camp

Elisabeth Cheryl Xaviera Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional berfoto bersama delegasi lain dari berbagai negara dalam Korean Summer Cultural Camp (Foto: Dok. Pribadi)
Elisabeth Cheryl Xaviera Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional berfoto bersama delegasi lain dari berbagai negara dalam Korean Summer Cultural Camp (Foto: Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS Mahasiswa ) berhasil lolos program Internasional. Ia adalah Elisabeth Cheryl Xaviera Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional yang menjadi perwakilan UNAIR dalam program Korean Summer Cultural Camp 2025. ASEAN Youth Friendship Network (AYFN) Academy selama satu minggu (20-27/7/2025).

Program Korean Summer Cultural Camp besutan AYFN Academy ini bertujuan untuk menjembatani pertukaran budaya antar kaum muda dari berbagai belahan dunia. Dengan tujuan menciptakan kondisi global yang berkelanjutan.

Walaupun dengan waktu yang singkat, namun susunan agendanya komprehensif. Sehingga tetap bisa eksplorasi budaya, sejarah, dan keindahan Korea Selatan melalui ibu kotanya, Seoul. Korean Summer Cultural Camp menjadi jembatan untuk memperoleh ilmu praktis melalui interaksi dengan peserta lain yang berasal dari latar belakang yang beragam. Seperti Prancis, Amerika, Filipina, Myanmar, serta Jepang. 

Elisabeth Cheryl Xaviera Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional yang menjadi perwakilan UNAIR dalam  program Korean Summer Cultural Camp 2025 (Foto: Dok. Pribadi)
Elisabeth Cheryl Xaviera Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional yang menjadi perwakilan UNAIR dalam program Korean Summer Cultural Camp 2025 (Foto: Dok. Pribadi)

Sebagai mahasiswa Hubungan Internasional, relasi lintas negara merupakan hal yang menjadi dambaan untuk bertukar ilmu. Terlebih, aspek budaya justru memainkan peranan vital dalam politik internasional. 淧engalaman ini begitu berkesan lantaran saya adalah seorang yang gemar dan dekat dengan budaya Korea melalui musik, drama, pakaian, makanan. Bahkan saya mengambil mata kuliah peminatan Masyarakat, Budaya, dan Politik Korea, tambah Cheryl.

Selama di Korea peserta menapaki kastil Gyeongbokgung, sebuah jejak peradaban yang begitu magis yang kerap kali hadir dalam drama Korea. Kemudian, eksplorasi Museum King Sejong yang begitu hidup dan inspiratif membuat peserta bisa merefleksikan banyak ajaran dan nilai-nilai moral dari sang pendahulu.

Agenda yang paling menyentuh ialah tur di Korean Demilitarized Zone (DMZ). Dengan tour guide yang handal, peserta dapat meresapi sejarah dan kisah-kisah personal dari anggota keluarga yang terpisah akibat Perang Korea. Selain situs sejarah, peserta juga diajak berwisata ke Namsan Seoul Tower yang menawarkan pemandangan 360掳 kota Seoul. 

淪aya turut mampir ke HiKR Ground, spot yang wajib dikunjungi oleh penggemar K-Pop. Untuk merasakan pengalaman Korea secara lebih autentik, saya menjelajahi spot street food dan pusat oleh-oleh populer di Hongdae, Insadong, dan Myeongdong, tuturnya.

Untuk menutup rangkaian kegiatan, pada hari terakhir peserta dibawa berkeliling Nami Island, situs populer yang nampak dalam serial Winter Sonata. Meski singkat, perjalanan di Korea Selatan akan selamanya terkenang dalam kisah. Belajar di Korea membuat Cheryl menemukan kedekatan dengan budaya dan teman yang selama ini hanya disaksikan pada layar. 

Program Korean Summer Cultural Camp dari AYFN Academy bukan sekadar perjalanan wisata. Ini adalah ruang untuk belajar, bertumbuh, dan membangun jembatan antar manusia lintas batas negara. Karena memahami budaya lain bukan hanya memperkaya wawasan, tetapi juga menumbuhkan empati yang menjadi fondasi perdamaian dunia.

淏agi siapa pun yang haus akan pengalaman, ingin merasakan denyut kehidupan di negeri lain, dan berani melangkah keluar dari zona nyaman program ini adalah undangan terbuka. Pergilah, temui dunia, dan biarkan dunia juga mengenalmu. Karena di luar sana, ada cerita yang menunggu untuk di jalani, dan sahabat yang menunggu untuk ditemui, ucap Cheryl.

Penulis: Arifatun Nazilah

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT