UNAIR NEWS – Atik Mariyanti merasa lega dan bangga ditetapkan sebagai wisudawan berprestasi Fakultas Psikologi, 51动漫. Beragam prestasi diperoleh gadis kelahiran Bojonegoro, 2 Oktober 1993 ini. Ia ditetapkan sebagai wisudawan berprestasi dengan perolehan SKP sebesar 1.537. Salah satu prestasi membanggakan yang diraih Atik adalah Juara II Lomba Debat Psikologi tingkat nasional yang diselenggarakan Fakultas Psikologi Universitas Padjajaran, 17-18 Oktober 2015.
Prestasi lain yang diraih Atik diantaranya Juara I Mahasiswa Berprestasi Fakultas Psikologi (FPsi) UNAIR, kelompok semester V (2014), Juara I Lomba Essai tingkat nasional oleh BEM UNAIR (2014), dan Juara II Lomba Desain Intervensi oleh FPsi Universitas Widya Mandala Surabaya (2015).
淎khirnya bisa menggenapi apa yang telah dicapai PUNOKAWAN sebelumnya. PUNOKAWAN itu kayak support grup yang lebih dari sekedar sahabat, aku dan tiga orang teman seangkatanku di FPsi. Kami saling menguatkan untuk mengukir prestasi, ujar Atik bercerita tentang ketiga sahabatnya.
Ketiga sahabat Atik yang lebih dulu diwisuda memperoleh capaian serupa sebagai wisudawan terbaik dan berprestasi. Atik mengaku bangga atas capaian yang mereka bersama raih. Namun baginya, yang lebih membanggakan adalah proses dalam memperoleh beragam prestasi itu.
淏agiku sangat luar biasa. Tapi menurutku yang lebih membanggakan bukan hanya capaian prestasi, tapi bagaimana menjalani prosesnya, tambah penerima beasiswa Bidikmisi tahun 2012 ini.
Atik mengaku, kedua orang tua dan sahabat di PUNOKAWAN adalah orang-orang yang selalu menguatkannya dalam belajar dan berproses selama kuliah. Putri pasangan Patonah dan Subibit ini tak memiliki kendala besar dalam menyeimbangkan kegiatan akademik dan non-akademik.
淜uliah tidak hanya menyoal capaian akademik dalam bentuk angka, tetapi juga berkesempatan untuk meningkatkan kapasitas dan mengasah kemampuan yang kita miliki dari berbagai hal seperti menjadi bagian dari organisasi, perlombaan, pernah membuka usaha bisnis catering, dan kegiatan sosial, ucap gadis yang telah menerbitkan tiga buku antologi ini.
Karena kepeduliannya terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK), Atik memilih menyibukkan sebagai private teacher. Diantaranya menangani ABK. Ia juga bergabung jadi volunteer di sebuah yayasan ABK, dan volunteer kegiatan LSM yang mencarikan pekerjaan untuk orang dengan kebutuhan khusus.(*)
Penulis: Binti Quryatul Masruroh
Editor: Defrina Sukma Satiti.





