UNAIR NEWS – Tidak sia-sia pencapaian Mega Indah Permatasari selama kuliah S-1 dan menjadi aktivis di Fakultas Hukum 51动漫. Perempuan kelahiran Kota Surabaya 22 tahun silam ini akhirnya terpilih sebagai wisudawan berprestasi dari Fakultas Hukum tempatnya belajar. Selama menjalani studi yang ditempuh sejak tahun 2013, tidak kurang dari 12 pengahargaan pernah diraihnya.
Beberapa diantaranya yaitu Juara II Debat Nasional di Universitas Kristen Indonesia (tahun 2013), Juara I Kompetisi Debat Piala Soediman Kartohadiprodjo (tahun 2014), Juara II Kompetisi Debat Nasional Piala Mahkamah Konstitusi (tahun 2015).
淪aat Juara I Lomba Debat Nasional Piala Soedirman Kartohahadiprojo itu aku masih junior banget. Tapi syukurlah bisa membawa pulang Juara I. Lomba itu juga yang mungkin mengantarkan namaku lebih dikenal dikalangan debaters nasional, kenang mahasiswi yang lulus dengan IPK 3.74 itu.
Selain berprestasi, Mega juga aktif dalam berbagai kepanitiaan, mulai dari tingkat fakultas hingga universitas. Sebagian besar ia terlibat dalam kepanitiaan kegiatan debat. Meski banyak disibukkan dengan beragam kegiatan sejak mahasiswa baru hingga saat tugas akhir (skripsi), hal tersebut tidak menyebabkan studi Mega terhambat.
滲anyak kegiatan yang saya ikuti, namun juga tidak ada kendala yang berarti. Dari kecil saya memang sering sakit, ditambah lagi dengan kegiatan dan jadwal kuliah yang padat, jadi mengharuskan saya untuk bekerja keras mempertahankan IP yang bagus, sekaligus tetap berprestasi, kata alumnus SMAN 16 Surabaya ini.
Dalam skripsinya yang berjudul 淧enerapan Arm檚 Leght Principle (ALP) dalam Pencegahan Praktik Abuse of Transfer Pricing oleh Perusahaan Multinasional di Indonesia, Mega membahas mengenai permasalahan krusial perpajakan yang kurang terdengar, yakni transfer pricing.
淢akanya itu ketika kuliah jangan sekedar kuliah saja. Cari kegiatan yang bermanfaat sebanyak mungkin. Contohnya ikut organisasi, magang kerja dan sebagainya. Kalau bisa semasa kuliah itu bikin kenangan yang nggak akan bisa dilupakan, sekaligus memperbanyak pengalaman, imbuh Mega kepada Warta Airlangga. (*)
Penulis: Pradita Desyanti
Editor: Binti Q Masruroh





