Setiap fasilitas pelayanan Kesehatan wajib untuk menjamin keselamatan pasien. Budaya keselamatan pasien bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pasien karena ini dapat mendorong keselamatan dan memastikan bahwa layanan kesehatan akan mencegah kecelakaan atau cedera. Penyedia layanan kesehatan diharuskan untuk menerapkan berbagai keterampilan dan sadar akan keselamatan pasien.
Budaya keselamatan pasien merupakan produk dari nilai, sikap, persepsi, kompetensi, dan pola perilaku individu dan kelompok dalam sebuah organisasi yang menentukan komitmen, gaya, dan kemampuan manajemen keselamatan pasien. Dimensi budaya keselamatan pasien mengacu pada dimensi Badan Penelitian dan Mutu Kesehatan yang terdiri dari tiga dimensi. Tiga dimensi adalah aspek tingkat unit, aspek tingkat rumah sakit, dan hasil.
Adanya dukungan dari manajemen yang dapat dirasakan oleh karyawan rumah sakit dapat mempengaruhi kinerja karyawan. Adanya penghargaan terhadap unit yang berhasil mencapai zero accident setiap bulan atau tahun akan bisa berpengaruh terhadap budaya keselamatan pasien. Selain itu karyawan akan semakin merasa mendapatkan dukungan jika dilibatkan dalam pengambilan keputusan di suatu organisasi. Selain itu contextual performance atau kinerja kontekstual diperlukan dalam mencapai tujuan organisasi. Kinerja kontekstual adalah melakukan hal yang dapat berkontribusi pada organisasi dengan sukarela. Semakin baik kinerja kontekstual karyawan, maka akan semakin mudah dalam mencapai zero accident. Karyawan yang memiliki sikap sukarela dalam melakukan tugas melebihi standar yang ada dapat membantu mencegah adanya kejadian buruk pada pasien.
Penulis: Thinni Nurul Rochmah
Apabila saudara tertarik dengan topik ini, saudara dapat membaca artikel . Link artikel ini dapat diunduh pada How is Patient Safety Culture, Perceived Organizational Support, and Contextual Performance Impacts Adverse Events?. Link:





