51动漫

51动漫 Official Website

Bagaimana Internasionalisasi Mempengaruhi Kinerja Perusahaan Keluarga Indonesia dengan Demografi CEO Sebagai Moderator?

Penelitian ini menemukan hubungan positif yang signifikan antara internasionalisasi dan kinerja perusahaan keluarga
Sumber: Liputan 6

Internasionalisasi menjadi aktivitas yang patut dipertimbangkan perusahaan untuk pertumbuhan ekonomi dan daya saing industri di era globalisasi. Dengan memasuki pasar di luar negara asal akan membuat perusahaan meraup konsumen lebih luas sehingga berpeluang pada peningkatan penjualan. Perusahaan yang melakukan aktivitas internasionalisasi dapat diuntungkan dengan skala ekonomi karena spesialisasi faktor yang lebih tinggi akibat peningkatan produksi, kemudian efisiensi biaya yang lebih besar terutama karena volume bisnis yang lebih besar, selanjutnya menikmati kesempatan belajar yang luar biasa sambil memuaskan kebutuhan pelanggan yang beragam dan menanggapi pesaing yang berbeda di pasar internasional, serta akses ke sumber daya utama menguntungkan perusahaan yang terdiversifikasi secara global karena mereka memiliki akses ke sumber daya yang lebih beragam (Hout, Porter, & Rudden, 1982; Kostova & Roth, 2002; Zahra, Irlandia, & Hitt, 2000) (Kumaraswamy dkk., 2012; Laanti dkk., 2007; dan Zhou dkk.,2007). Pada saat yang sama, aktivitas dari internasionalisasi juga akan menghasilkan biaya tinggi, kompleksitas dan menghadirkan ketidakpastian (George, Wiklund, & Zahra, 2005). Masih menjadi perdebatan dikalangan para peneliti, apakah fenomena dari internasionalisasi menunjukkan bahwa manfaat internasionalisasi lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan sehingga dapat meningkatkan kinerja bagi perusahaan atau justru sebaliknya? Sejumlah studi empiris telah menemukan bahwa tingkat internasionalisasi yang tinggi meningkatkan kinerja bisnis secara signifikan (Zahra, Irlandia, & Hitt, 2000). Sebaliknya, beberapa penelitian menemukan hubungan negatif antara internasionalisasi dan kinerja bisnis (Michel & Shaked, 1986).

Beberapa peneliti berpendapat bahwa mengabaikan variabel moderasi adalah alasan utama untuk temuan yang saling bertentangan mengenai arah dan besarnya hubungan antara kinerja dengan internasionalisasi (Bausch dan Krist 2007; Tallman dan Li 1996). Oleh sebab itu, pada penelitian ini, penulis menghadirkan variabel moderasi berupa karakteristik CEO yang melingkupi pendidikan, pengalaman internasional, masa jabatan, usia, dan gender. Seperti yang telah banyak diketahui jika CEO mengambil peran penting dalam memutuskan dilakukan atau tidaknya aktivitas internasionalisasi dalam perusahaan. Berdasarkan upper echelon theory yang digagas oleh Hambrick & Mason (1984) bahwa karakteristik latar belakang dari manajer membentuk perspektif kognitif dan basis pengetahuan mereka, yang mana kognitif tersebut mempengaruhi mempengaruhi semua aspek proses pengambilan keputusan strategis, termasuk identifikasi masalah (Dutton dan Duncan, 1987), pencarian informasi, dan pemrosesan informasi (Cyert dan March, 1963), serta spesifikasi dan pemilihan alternatif ion dari tindakan. Dengan kata lain, keyakinan, asumsi, dan nilai yang dibawa oleh para eksekutif ke dalam pengaturan keputusan mendorong pengambilan keputusan dan tindakan mereka.

Penelitian ini menggunakan sampel yang berasal dari negara berkembang yakni Indonesia dengan sebagian besar perusahaan yang tercatat merupakan perusahaan keluarga. Survei yang dilakukan oleh PriceWaterhouseCoopers (PwC) pada tahun 2014 menemukan bahwa 60 persen perusahaan publik di Asia Tenggara merupakan perusahaan keluarga, sementara Indonesia memiliki 95 persen perusahaan keluarga dengan kontribusi lebih dari 25 persen terhadap PDB nasional (Suprianto et al., 2019). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan publik di Indonesia memiliki struktur kepemilikan yang terkonsentrasi pada sisi keluarga. Bisnis keluarga dicirikan oleh komunikasi intensif di antara anggotanya, yang membuatnya lebih mudah untuk memahami misi perusahaan. Pemahaman bersama ini memfasilitasi berbagi pengalaman dan pengetahuan sehingga menciptakan kepercayaan yang dapat menurunkan risiko yang pada gilirannya, mendorong investasi dalam kegiatan penciptaan nilai jangka panjang terkait dengan internasionalisasi (James, 1999).

Internasionalisasi menawarkan kemungkinan yang menjanjikan yang dapat memastikan kelangsungan hidup perusahaan dengan meningkatkan jumlah bisnis yang diterima, ukuran perusahaan, dan kekayaan masa depan keluarga (Claver et al., 2007). Namun dalam prosesnya, perusahaan keluarga dihadapkan dengan kendala yang membatasi proses internasionalisasi, dimana mereka tidak ingin kehilangan kontrol terhadap perusahaan, sebab salah satu tujuan dari perusahaan keluarga adalah menyalurkan tongkat estafet kekayaan mereka ke generasi berikutnya (Miller & Breton-Miller, 2005) untuk mempertahankan kendali atas perusahaan dalam jangka waktu selama mungkin. Casillas et al (2010) mengemukakan bahwa dalam menjalankan bisnisnya, keluarga harus berurusan dengan dua kekuatan yang berlawanan yakni mendukung kebutuhan mereka untuk tumbuh dan memasuki pasar baru yang membuat keluarga harus mengambil risiko, atau mencari stabilitas dan pengembangan proyek berisiko rendah di pasar tradisional mereka yang dapat meningkatkan kinerja bagi perusahaan. Dihadapkan dengan pertentangan kekuatan ini, CEO perusahaan memainkan peran penting karena karakteristiknya memberikan pengaruh kritis pada kemampuan perusahaan untuk memproses informasi yang terkait dengan internasionalisasi (Roth, 1995).

Penelitian ini menemukan hubungan positif yang signifikan antara internasionalisasi dan kinerja perusahaan keluarga. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa 4 dari 5 karakteristik demografi CEO yakni tingkat pendidikan, masa jabatan, usia, dan pengalaman internasional memperlemah pengaruh positif internasionalisasi dan kinerja perusahaan, sedangkan gender memberikan dampak positif signifikan yang artinya memperkuat pengaruh positif internasionalisasi dan kinerja perusahaan. Temuan ini memberikan kontribusi, terutama bagi perusahaan keluarga, bahwa penerapan internasionalisasi dapat menyebabkan peningkatan pada kinerja perusahaan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Di sisi lain, karakteristik dari CEO turut memoderasi hubungan antara internasionalisasi dengan kinerja perusahaan. Hasil ini juga dapat digunakan sebagai pertimbangan bagi para pemegang saham pada saat penunjukan CEO perusahaan. Dengan demikian, penelitian ini memperluas pengetahuan kita tentang internasionalisasi dengan kinerja perusahaan.

Penulis: Wisudanto, Muhammad Madyan, Muhammad Daffa, Wulan Rahmadani Setiawan

Link:

Baca juga: Apakah Seorang CEO dari Universitas Terkemuka Menciptakan Lingkungan Kerja yang Baik?

AKSES CEPAT