UNAIR NEWS – Susu dipercaya sebagai pelengkap nutrisi bagi tubuh untuk memenuhi gizi seimbang. Hal ini selaras dengan kegiatan bagi-bagi susu gratis oleh Kelompok Minat Profesi Veteriner Ternak Besar (KMPV-TB) Fakultas Kedokteran Hewam Universitas Aairlangga. Dalam peringatan hari susu nusantara KMPV-TB 2022, tema yang dibawakan yaitu Sekotak Susu, Untuk Indonesia. Acara berlangsung pada Minggu (25/09/2022) bertempat di sekitar danau Kampus MERR C UNAIR.
Pada tahun ini program kerja dari KMPV-TB diadakan secara offline. Biasanya, Hari Susu (Harsus) dilakukan melalui webinar. Tujuan utamanya adalah mengedukasi pentingnya minum susu karena organisasi mahasiswa KMPV-TB memiliki hubungan dengan pengelolaan ternak besar sapi dan produk olahan sapi. Sehingga, ilmu yang didapatkan di perkuliahan dan KMPV-TB dapat dipraktekkan dalam kehidupan nyata dengan kegiatan Harsus.
淪usu mengandung protein dan lemak. Protein sendiri sebagai tumbuh kembang anak dan sebenarnya lemak dari susu sapi itu bisa diatur melalui kualitas pakan dan kadar yang diberikan kepada sapi tersebut, ujar Gabriella Prasidia selaku ketua pelaksana Harsus.

Gabriella yang juga mahasiswa FKH UNAIR angkatan 2020 menyebut, tidak hanya wortel yang baik untuk kesehatan mata. Banyak dari kalangan masyarakat yang kurang mengetahui bahwa susu juga baik untuk kesehatan mata. Gabriella berharap, pelaksanaan Harsus ke depan bisa dikemas dengan acara yang lebih besar lagi dan menjalin kolaborasi dengan program kerja KMPV-TB lainnya.
Dalam pelaksanaannya, Harsus juga memberikan hiburan dari penampilan Veteriner Music Community (VMC) yang semakin menambah kemeriahan acara. Selain itu, mahasiswa KMPV-TB juga menyiapkan games mitos atau fakta dan teka-teki silang yang berkaitan tentang susu. Para peserta begitu antusias mengikuti rangkaian games tersebut.
Kegiatan Harsus tidak hanya dimeriahkan oleh mahasiswa saja. Beberapa kalangan masyarakat di sekitar kampus juga berdatangan untuk antre susu gratis. Informasi kegiatan Harsus dinilai baik dalam sosialisasi. Hal itu dilihat dari banyaknya orang yang sudah menunggu sebelum kegiatan dibuka. (*)
Penulis: Mutiara Rachmi Karenina
Editor: Binti Q. Masruroh





