51

51 Official Website

Bahas Perkembangan Agribisnis Sapi Perah di Indonesia bersama Kedokteran Hewan FIKKIA

Farissa Romadhiyati drh M AFH memberikan Penjelasan Tentang Perkembangan Agribisnis Sapi Perah (Sumber: Youtube FIKKIA)
Farissa Romadhiyati drh M AFH memberikan Penjelasan Tentang Perkembangan Agribisnis Sapi Perah (Sumber: Youtube FIKKIA)

UNAIR NEWS – Peternakan sapi perah sudah ada sejak abad 19 dengan pengelolaan langsung oleh Belanda. Sejak penjajah Jepang, sistem peternakan berubah menjadi berbasis kerakyatan. Kini dominasi peternakan sapi perah masih tradisional dengan manajemen intensif berpopulasi kawanan satu hingga empat ekor. Produktivitas juga masih sangat rendah karena hanya memenuhi 24 persen kebutuhan susu nasional. 

Perhatian akan hal tersebut, Program Studi Kedokteran Hewan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam () 51 (UNAIR) Banyuwangi menghadirkan Kuliah Tamu Perkembangan Agribisnis Sapi Perah. Kegiatan berlangsung secara daring pada Sabtu (10/4/2025) dengan mahasiswa Kedokteran dari FKH dan FIKKIA UNAIR.

Proses Dari Hulu ke Hilir

Ketua Tim Kerja Sertifikasi dan PIA BPPKH, Farissa Romadhiyati, drh., M.AFH. mengatakan agribisnis sapi perah berhubungan dengan kegiatan ekonomi mulai dari produksi, pengolahan, dan pemasaran susu sapi. Seluruh kegiatan itu terintegrasi dari hulu ke hilir dengan dukungan sistem penunjang. Dari subsistem hulu, menjadikan sapi menjadi komoditi utama yang harus mendapatkan perhatian sebagai sumber utama produksi susu. Pemilihan genetik yang baik dapat memastikan produksi susu dengan kualitas dan kuantitas terbaik.

Sesi Tanya Jawab Kuliah Tamu Perkembangan Agribisnis Sapi Perah (Sumber: Youtube FIKKIA)

Pakan juga berperan penting karena menyumbang 60 hingga 70 persen dari biaya operasional peternakan. Ketersediaan sebagai sumber energi sapi untuk mendukung keberlanjutan usaha peternakan, katanya.

Hasil produksi susu sapi perah kemudian akan mendapatkan proses lebih lanjut pada tahap hilirisasi melalui industri pengolahan susu. Kini terdapat 30 perusahaan dengan enam perusahaan besar memegang 85% pengolahan susu dalam negeri yang berlokasi di Jawa Barat. Mereka melakukan kerjasama dengan peternak lokal melalui skema yang ada. 

Edukasi dan Pelayanan Kesehatan

Dalam dunia peternakan sapi perah, brucellosis masih menjadi penyakit yang sering terabaikan. Survey membuktikan sejumlah peternak belum mengetahui bahaya yang mengintai. Brucellosis dapat mengakibatkan abortus yang mengakibatkan penurunan anakan secara signifikan. Kurangnya kesadaran akan hal tersebut dapat membuat program pengendalian gagal. Koperasi yang menaungi peternak harus memiliki divisi kesehatan ternak yang berfungsi sebagai edukator. Mereka harus memiliki dokter hewan sebagai garda terdepan pendiagnosa dan pemilih pengobatan dalam upaya meningkatkan kesehatan ternak. Peranan obat dan vaksin sangat penting dalam pendukung kesuksesan agribisnis sapi perah. 

Vaksinasi brucella berperan penting dalam hal teknis seperti pengobatan. Koperasi memiliki divisi-divisi kesehatan ternak sebagai pondasi yang penting sebagai pemberi edukasi dan melayani ternak sakit, jelasnya.

Penulis: Azhar Burhanuddin

Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT