51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa FIKKIA UNAIR Teliti Kualitas Lingkungan di Industri Kerupuk Banyuwangi

Mahasiswa FIKKIA UNAIR sedang menganalisis lingkungan Home Industry. (Foto: Istimewa)
Mahasiswa FIKKIA UNAIR sedang menganalisis lingkungan Home Industry. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) 51动漫 (UNAIR) melakukan analisis kualitas kesehatan lingkungan di Home Industry Kerupuk Argent Banyuwangi pada Selasa (13/05/2025). Survei itu bertujuan untuk menganalisis berbagai aspek sanitasi dan kondisi lingkungan kerja pada industri rumahan tersebut.

Kegiatan itu dilakukan oleh empat mahasiswa yang dipimpin oleh Moh. Aulia Huwaiza Efendi, dengan anggota Faradila Nurrochmah, Caselya Nitara Avrilda, dan Aura Aulia Amru. dalam survei ini menggunakan instrumen observasi berdasarkan Permenkes No. 70 Tahun 2016 dan Permenkes No. 66 Tahun 2014, yang menilai berbagai aspek kesehatan lingkungan seperti bangunan, kebersihan, ventilasi, pencahayaan, dan pengendalian pencemaran.

Moh Aulia Huwaiza Efendi mengatakan bahwa Home Industry Kerupuk Argent Banyuwangi memperoleh skor 89,5 dalam penilaian kesehatan lingkungan dengan kategori baik sekali. Usaha itu dinilai unggul dalam aspek kebersihan dan ketertiban bangunan. 

Namun, masih ditemukan kekurangan pada pengelolaan sampah, seperti tempat sampah tanpa penutup dan pedal, dan belum adanya pemisahan sampah organik dan anorganik, yang dinilai penting untuk perbaikan kualitas lingkungan usaha.

淔okus utama kami adalah menganalisis kualitas lingkungan dari aktivitas produksi kerupuk, mulai dari pengelolaan bahan baku, proses penggorengan, hingga pembuangan limbah padat dan cair, ujar ketua kelompok mahasiswa. 

Kegiatan tugas itu mendapat sambutan positif dari pemilik Home Industry, Sri Dwi H yang menyatakan bahwa pihaknya terbuka terhadap kehadiran mahasiswa yang melaksanakan tugas lapangan. 淪elama ini kami fokus pada produksi, kadang belum sempat memperhatikan sisi lingkungan secara detail. Dengan adanya mahasiswa yang datang dan memberikan pandangan baru, kami merasa terbantu untuk berbenah, ujarnya. 

Ia menambahkan bahwa saran yang diberikan menjadi bahan evaluasi penting untuk meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan, terutama dalam hal kebersihan dan pengelolaan limbah.

Dalam wawancara, pemilik Home Industry Kerupuk Argent Banyuwangi, Sri Dwi H menjelaskan bahwa usahanya telah berdiri sejak 2015 dan telah memperhatikan aspek kebersihan dalam proses produksi hingga distribusi. Ia juga rutin mengikuti pelatihan pemberdayaan UMKM di bidang makanan, termasuk materi tentang kebersihan, pengemasan, dan pengembangan softskill. Ia berharap ada pendampingan lanjutan dari kampus atau pemerintah untuk membantu pelaku UMKM dalam pengelolaan dampak lingkungan secara lebih sistematis. 

Penulis: Dheva Yudistira Maulana

Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT