51

51 Official Website

Bahas Potensi IoT, BEM FST UNAIR-Fasilkom UNSRI Takar Masa Depan Pendidikan

Ilustrasi IoT smart campus
Ilustrasi IoT smart campus

UNAIR NEWS – Kampus di Indonesia mulai bertransformasi menuju era digital dengan mengadopsi teknologi IoT (Internet of Things). Lingkungan belajar akan lebih canggih dan adaptif. Teknologi itu memungkinkan benda-benda di sekitar terhubung dengan internet dan berpeluang meningkatkan kualitas pendidikan. UNAIR dan KM Fasilkom bersinergi menggelar diskusi publik bertajuk Menggali Potensi IoT: Revolusi Kampus Menuju Lingkungan Pendidikan Berbasis Teknologi dalam kegiatan studi banding.

Dalam agenda pada Minggu (17/3/2024) via Zoom Meeting itu, IoT Engineering M Furqon Habbani S Kom memaparkan potensi dan manfaat IoT dalam dunia pendidikan. IoT dangat penting dalam dalam memberikan manfaat bagi dunia pendidikan. 

IoT meningkatkan efisiensi dengan memprediksi waktu perbaikan alat, meminimalkan downtime, dan meningkatkan produktivitas. Selain itu, IoT membuat pengalaman belajar lebih interaktif dan menarik dan meningkatkan keamanan, paparnya.

M Furqon Habbani S Kom, IoT Engineering PT Perdana Karya Teknologi, dalam studi banding bertajuk Menggali Potensi IoT: Revolusi Kampus Menuju Lingkungan Pendidikan Berbasis Teknologi. (Foto: Hanzu)

Sebuah penelitian di Arab Saudi mengkaji dampak penerapan Internet of Things (IoT) di institusi pendidikan. Hasilnya, perbedaan signifikan antara institusi yang menggunakan IoT dan yang tidak dalam beberapa aspek, termasuk presensi. Institusi dengan IoT memanfaatkan sistem absensi digital yang meminimalkan risiko kesalahan dan manipulasi jika dibandingkan dengan sistem manual.

Furqon menjelaskan, penerapan IoT dapat terlihat dalam berbagai bentuk. Pertama, sistem student tracking, memungkinkan dosen memantau aktivitas siswa di kelas secara real-time, mencegah kecurangan, dan meningkatkan disiplin. Kedua, teknologi VR dan AR. Itu menciptakan pengalaman belajar yang lebih imersif dan interaktif serta membantu siswa memahami konsep abstrak dengan lebih mudah. Ketiga, Pengoptimalan penggunaan energi.  IoT membantu kampus menjadi lebih aman dan nyaman dengan sistem pemantauan dan kontrol.

“Biaya tinggi, ketimpangan kondisi, keamanan privasi, kebutuhan pelatihan, dan ketergantungan berlebihan pada teknologi menjadi hambatan utama dalam implementasi IoT,” katanya.

Mahasiswa memiliki peran penting dalam mendorong perkembangan IoT di Indonesia. Mahasiswa dapat menjadi agen perubahan dengan mempelopori penggunaan IoT di berbagai bidang. Contohnya, mahasiswa dapat mengembangkan solusi IoT untuk mengatasi permasalahan di bidang pertanian, kesehatan, atau pendidikan. 

Pemerataan penggunaan IoT di Indonesia memerlukan kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan akademisi. Pemerintah perlu menyediakan infrastruktur dan regulasi yang mendukung pengembangan IoT. Mahasiswa, sebagai agen perubahan, dapat berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat IoT dan mendorong adopsi teknologi ini.

Penulis: Hana Mufidatuz Zuhrah

Editor: Feri Fenoria

Baca juga:

Kepengurusan Baru BEM FST UNAIR Usung Kabinet Aksi Bersama

Suarakan Sustainable Living dan SDGs, BEM FST Gelar Seminar Reformafest

AKSES CEPAT