UNAIR NEWS – 51动漫 (UNAIR) menerima kunjungan tiga perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia. Di antaranya Universitas Negeri Jakarta (UNJ), UIN Sumatera Utara, dan Universitas Negeri Malang (UM) pada Selasa (3/10/2025). Kunjungan tersebut berfokus pada pembelajaran mengenai pengelolaan data terintegrasi dan strategi peningkatan peringkat universitas melalui pemanfaatan sistem Satu Data UNAIR.
Delegasi ketiga universitas itu disambut langsung oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Community Development, Prof Muhammad Miftahussurur dr MKes SpPD PhD beserta beserta tim. Kegiatan itu menjadi wadah pertukaran pengalaman dan praktik terbaik dalam mengelola data kelembagaan secara terpadu untuk mendukung kebijakan, hingga pemeringkatan nasional maupun internasional.
Prof Miftah menjelaskan bahwa sistem Satu Data UNAIR menjadi instrumen penting dalam mewujudkan tata kelola kampus yang transparan, akuntabel. Dengan data yang terintegrasi, proses pelaporan ke berbagai lembaga perankingan dapat dilakukan lebih efektif dan efisien.
淎walnya semua dilakukan manual pada rank 651-700 dan pada tahun selanjutnya dilakukan otomasi sehingga meningkat tajam pada tahun selanjutnya. Problem umum dari pemeringkatan adalah publikasi dan reputasi dan ini berhasil karena integrasi dari masing-masing unit, ungkapnya.
Selain itu, Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan, Dian Ekowati SE MSi MAppCom(OrgCh) PhD mengungkapkan bahwa semua data target kinerja yang bersumber dari unit maupun fakultas tersistem dalam SPMS. Semua data ini ditutup setiap triwulan dan dilaporkan kepada MWA.
淒engan adanya satu data ini kita bisa melihat pergerakan dari luar perankingan, paparnya.
Sementara itu, perwakilan dari UNJ, UIN Sumatera Utara, dan UM menyampaikan apresiasi atas kesempatan belajar langsung dari UNAIR. Mereka menilai praktik pengelolaan data yang dilakukan UNAIR bisa menjadi model yang dapat diadaptasi di kampus masing-masing.
Melalui kunjungan ini, UNAIR terus menunjukkan komitmennya sebagai universitas yang memiliki tata kelola dan daya saing pendidikan tinggi baik secara nasional maupun internasional.
Penulis: Khefti Al Mawalia





