Penyakit Enteric Septicemia merupakan salah satu jenis penyakit yang paling banyak menginfeksi ikan lele dan telah menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi para petani ikan di seluruh dunia termasuk Indonesia. Gejala klinis penyakit ini diantaranya adanya kerusakan pada organ seperti hati, ginjal, limpa, dan otak. Pada awalnya, penyakit ini juga dilaporkan hanya menginfeksi ikan lele (Ictalurus punctatus). Namun belakangan, penyakit itu telah dilaporkan menginfeksi spesies ikan lain termasuk ikan nila (Oreochromis niloticus), belut (Monopterus albus), dan ikan zebra (Danio rerio). Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Edwarsiella ictaluri, bakteri Gram positif yang termasuk dalam family Enterobacteriaceae.
Beberapa pendekatan yang telah digunakan untuk mencegah atau mengobati penyakit bakteri ini termasuk vaksinasi, dan antibiotik. Meskipun demikian, pendekatan-pendekatan ini mempunyai kelemahan masing-masing. Penggunaan antibiotik misalnya dapat menyebabkan patogen yang resistan terhadap antibiotik, serta dapat terakumulasi dan menjadi residu pada ikan daging. Kemudian efektifitas vaksin dipertanyakan jika diaplikasikan fase larva ikan karena memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum berkembang layaknya ikan dewasa. Sebagai konsekuensi, banyak peneliti akuakultur merekomendasikan penggunaan pendekatan lain yang juga ramah lingkungan seperti penggunaan probiotik. Maka sebuah penelitian dilakukan dengan tujuan utama untuk mengisolasi anggota bakteri asam laktat (BAL) dari saluran pencernaan lele liar dan diskrining aktivitas antimikrobanya dengan target patogen Edwardsiella ictaluri.
Hasil proses isolasi didapatkan BAL sebanyak 29 isolat, lima isolate diantaranya memiliki aktivitas anti-edwardsiella yang kuat (diameter zona hambat, >10mm). Berdasarkan urutan gen 16 s rRNA-nya isolate BAL tersebut diidentifikasi sebagai Lactococcus lactis, Enterococcus hirae, Weissella confusa, Weissella cibaria, dan Enterococcus faecalis. Uji in vitro lebih lanjut menunjukkan bahwa empat isolat BAL tersebut yakni E. faecalis, L.lactis, W. confusa, dan W. Cibaria dapat hidup dengan baik di dalam saluran pncernaan, memiliki kapasitas adhesi yang baik pada lendir usus, dan tidak bersofat fatogen untuk ikan lele. Oleh karenanya, Bakteri BAL ini sangat berpotential untuk dikembangkan sebagai probiotik khususnya untuk pencegahan penyakit Enteric Speticemia pada ikan lele maupun ikan air tawar lainnya.
Penulis: Muhamad Amin Sumber:





