51动漫

51动漫 Official Website

Bangga! 16 Bidang Ilmu di UNAIR Tembus Top 500 QS WUR by Subject

16 bidang ilmu UNAIR yang masuk dalam Top 500 QS WUR by Subject (Foto: YouTube Kemendikti Saintek)
16 bidang ilmu UNAIR yang masuk dalam Top 500 QS WUR by Subject (Foto: YouTube Kemendikti Saintek)

UNAIR NEWS 51动漫 (UNAIR) menerima penghargaan Top 500 Quacquarelli Symonds (QS) World University Ranking (WUR) by Subject. Pemberian apresiasi itu terselenggara pada Kamis (20/3/2025) secara hybrid, daring melalui Zoom Meeting dan luring di Auditorium Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendikti Saintek). Sejumlah perwakilan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia hadir dalam acara tersebut.

Menteri Dikti Saintek, Prof Brian Yuliarto PhD dalam sambutannya mengucapkan selamat pada kampus-kampus yang berhasil menembus Top 500 QS WUR by Subject tahun ini. Menurutnya, capaian ini sangat berarti lantaran mampu menunjukkan kiprah dan kualitas perguruan tinggi Indonesia di kancah global.

Prof Brian menyebut, capaian tersebut merupakan hasil dari sinergi dan kolaborasi apik dari berbagai perguruan tinggi, baik PTN maupun swasta. 淭entu ini adalah hasil kolaborasi antara dosen, mahasiswa, peneliti, maupun tenaga kependidikan yang telah bekerja keras membangun atmosfer pendidikan dan penelitian yang inovatif dalam menghadapi tantangan global, ujarnya.

Menteri Dikti Saintek, Prof Brian Yuliarto PhD saat memberikan sambutan dalam pemberian penghargaan pada perguruan tinggi Top 500 QS WUR by Subject (Foto: YouTube Kemendikti Saintek)

Ia berharap, kualitas perguruan tinggi dan pendidikan di Indonesia secara umum dapat terus meningkat. Dengan demikian, perguruan tinggi di Indonesia bisa menjadi magnet untuk mengundang dan meyakinkan talenta-talenta terbaik di berbagai belahan dunia. 淜ita punya kualitas riset yang tidak kalah dengan luar negeri. Kita juga bisa meyakinkan investor-investor sehingga ini bisa mempercepat pembangunan ekonomi nasional berbasis pengetahuan, tuturnya.

Dalam pemeringkatan tersebut, UNAIR berhasil menempati posisi yang membanggakan. Sejumlah 16 bidang ilmu di UNAIR masuk dalam Top 500 QS WUR by Subject. Jumlah bidang ilmu UNAIR menempati posisi ketiga, menyusul Universitas Indonesia dengan 27 bidang ilmu, dan Universitas Gadjah Mada (UGM) sebanyak 26 bidang ilmu.

Rektor UNAIR, Prof Dr Mohammad Nasih MT Ak CA, menyampaikan rasa syukurnya atas capaian ini. Ia juga berterima kasih pada Kemendikti Saintek atas penghargaan yang telah diberikan. 淭entu ini sangat menggembirakan. Kementerian Dikti Saintek memberikan penghargaan dan pengakuan atas kerja keras dan kerja cerdas kita dalam rangka membangun reputasi, ujarnya.

Prof Nasih dalam sambutan pada pembukaan Seminar Nasional MPR RI Goes to Campus.(Foto: PKIP UNAIR)
Rektor UNAIR, Prof Dr Mohammad Nasih MT Ak CA (Foto: PKIP UNAIR)

Lebih lanjut, Prof Nasih menyebut bahwa capaian ini berhasil UNAIR raih berkat komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan lulusan. Ke depan, harapannya lulusan UNAIR dapat terus relevan dengan kebutuhan pasar dan industri. 淒engan demikian, masyarakat juga akan mengakui kualitas kita. Terbukti, pengakuan dunia industri selama ini selalu baik, katanya.

Selain lulusan, lanjut Prof Nasih, riset juga masih menjadi bidang yang akan terus UNAIR tingkatkan. Terutama berkaitan dengan luaran dan dampaknya. 淪elaras dengan SMART, kita akan berfokus bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan, juga agar riset kita benar-benar nyata bagi masyarakat. Tidak hanya di kancah nasional, tetapi juga global, imbuh Guru Besar UNAIR itu.

Kendati 16 bidang ilmu telah memasuki jajaran Top 500 QS WUR by Subject, tetapi, bagi Prof Nasih, masih ada banyak hal yang perlu UNAIR perbaiki. Terutama berkaitan dengan bidang-bidang ilmu yang belum masuk dalam pemeringkatan Top 500 QS WUR by Subject. 淗arus kita akui bahwa memang masih ada bidang ilmu (subject, red) yang kurang fokus, riset-risetnya masih belum optimal. Sehingga tentu saja kami harap, perbaikan demi perbaikan terus digencarkan, ucapnya.

Untuk itu, Prof Nasih mengatakan bahwa UNAIR akan terus berikhtiar. Khususnya untuk mendapatkan pengakuan global serta menunjukkan bahwa UNAIR setara dengan perguruan-perguruan tinggi di luar negeri.

Penulis: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT