UNAIR NEWS Iga Rahma Azhari mahasiswa Fakultas Keperawatan 51动漫 sukses meraih juara 1 Duta Anti Narkoba Kabupaten Sidoarjo tahun 2018. Anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mapanza ini mendapatkan gelar saat grandfinal duta anti narkoba 2018, Sabtu (14/07). Penghargaan itu ia terima setelah melewati 2 tahapan seleksi. Pertama, tes tulis tentang wawasan narkoba dan Kabupaten Sidoarjo. Kedua, tes bakat dan wawancara.
淭iap tahapan tes punya tantangan sendiri. Tes tulis mengharuskan belajar tentang narkoba dan pengetahuan umum. Berbeda dengan saat karantina, karena diharuskan banyak belajar untuk grandfinal, tutur Iga.
Dari semua proses yang dilalui, Iga mengaku sangat senang. Melalui semua tahapan itu ia dapat dipertemukan orang-orang hebat dan berproses menjadi seseorang yang lebih baik dalam segala hal. Selama proses tersebut, Iga juga tidak tau apa yang membuatnya terpilih. Yang ia ketahui murni penilaian juri. Ia mengaku, hanya melakukan yang terbaik di setiap prosesnya.
淧rinsip saya, memang manusia tidak bisa menjadi seorang yang sempurna. Tetapi manusia bisa melakukan yang terbaik yang ia bisa, jelas Iga.
Prinsip itu diterapkanya selama proses dengan selalu menambah pengetahuan dan menggunakan waktu sebaik-baiknya.
Gelar duta anti narkoba itu diakui Iga menjadi sebuah kebanggan tersendiri. Selain itu, gelar juga sebagai amanah untuk merealisasikan tugas Badan Narkotika Nasional Kota(BNNK) Sidoarjo. Yakni, meminimalisir permasalahan narkoba di Kabupaten Sidoarjo.
淪ebagai duta anti narkoba, kita melakukan pencegahan dini melalui sosialiasi intensif ke masyarakat, khususnya generasi muda. Karena narkoba bukan masalah yang sepele di Indonesia, terangnya.

Iga menjelaskan, permasalah narkoba di Indonesia cukup memprihatinkan. Di Jawa timur saja lebih 4 juta penduduk tersangkut masalah penyalahgunaan narkoba. Maka perlu solusi hingga ke akar.
Dengan latar belakang mahasiswa yang merupakan salah satu alasan keikutsertaannya dalam pemilihan duta anti narkoba, Iga memang sedari awal ingin mendedikasikan diri dan waktunya untuk Kabupaten Sidoarjo. Ada kalimat yang selalu ia pegang sampai saat ini. 楯angan tanyakan apa yang telah Sidoarjo berikan padamu, tapi tanyakan apa yang telah kamu berikan kepada Sidoarjo.
Iga berharap, ia dan kawan-kawan lain dapat mewujudkan Sidoarjo dan Indonesia bebas narkoba. Ia pun memiliki pesan untuk pecandu dan non pecandu narkoba.
淯ntuk pecandu, tidak ada kata terlambat untuk berubah, lakukan sekarang. Dan untuk non-pecandu, tetaplah bertahan dalam segala godaan. Karena sejatinya anda adalah pemenang dan agen perubahan, tutur Iga. (*)
Penulis : Hilmi Putra Pradana
Editor : Binti Q. Masruroh





