51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Banyak Pengalaman, Inilah Kesan Mahasiswa Asing yang KKN di Nganjuk

Mahasiswa mancanegara di tengah mahasiswa lokal yang ikut KKN-BBM di Nganjuk. (Foto: Binti Q. Masruroh)

UNAIR NEWS “ Seperti tahun-tahun sebelumnya, Kuliah Kerja Nyata-Belajar Bersama Masyarakat (KKN- BBM) 51¶¯Âþ juga diikuti oleh mahasiswa asing. Pada periode ke-55 kali ini, KKN BBM diikuti juga oleh sebanyak 17 mahasiswa asing yang berasal dari Universitas Brunei Darussalam. Mereka diterjunkan ke beberapa kelurahan di Kabupaten Nganjuk.

Siti Nazirah, mahasiswa Program Studi Matematika asal Universitas Brunei Darussalam mengungkapkan kesannya ketika mengikuti KKN di Kabupaten Nganjuk. Mulanya, ia mengalami culture shock ketika berada di tengah-tengah masyarakat Nganjuk. Ada beberapa kendala yang mereka hadapi, salah satunya masalah bahasa.

œDi sini kami banyak bersosialisasi dengan anak-anak, karena ibu-ibu jarang ada yang bisa berbahasa Indonesia, tutur Nana, sapaan akrab Siti Nazirah yang sehari-hari menggunakan bahasa Melayu dan Inggris itu.

Mahasiswa semester enam ini bercerita, dengan mengikuti KKN BBM UNAIR, ia banyak belajar tentang kehidupan sosial dan budaya di Indonesia. Dalam satu tim KKN yang rata-rata berjumlah 10-14 orang, hanya ada dua mahasiswa dari Brunei.

œKami bertukar pikiran tentang apa yang kami ketahui. Mereka cerita tentang Indonesia, kami juga cerita tentang Brunei. Membahas politik, sosial, juga budaya, ujarnya.

Nana mengungkapkan, ada rasa bahagia yang tumbuh ketika ilmu yang ia tularkan kepada anak-anak SD di wilayahnya KKN mendapat respon positif.

œAku tanamkan mindset ke anak-anak bahwa Matematika itu nggak susah. Ketika apa yang kami lakukan dan ajarkan diingat oleh anak-anak, itu jadi kebahagiaan buat kami, katanya.

Senada dengan Nana, Mohammad Atfi mahasiswa asing yang juga berasal dari Brunei mengungkapkan rasa senangnya berinteraksi dengan anak-anak di sekolah tempat ia melakukan salah satu program KKN.

œKami mengajar di SD. Proker (program kerja) mengajar, sosialisasi cuci tangan, mengajar Bahasa Inggris, membimbing Olimpiade Sains Nasional (OSN), dan bimbingan belajar di rumah. Mereka sangat antusias mengetahui saya dari Brunei. Suatu ketika mereka berebut peta dan menunjukkan letak Brunei. Tapi ada juga dari mereka yang tidak mengenal Brunei, ujar Atfi sambil tertawa.

Atfi juga terkesan dengan keberagaman makanan yang ada di Indonesia. Ia menyebutkan beberapa makanan baru yang ia sukai. Selain itu, dengan mengikuti KKN yang dirancang oleh UNAIR, ia berencana untuk menceritakan pengalamannya kepada mahasiswa di Brunei.

œSaya mau bilang ke teman saya supaya mengikuti KKN seperti kami. Ini pengalaman yang luar biasa buat saya, kata Atfi.

Para mahasiswa asing ini mengaku, mereka mendapatkan informasi seputar KKN BBM UNAIR untuk mahasiswa asing dari kakak tingkat mereka yang pernah mengikuti kegiatan serupa. Seperti yang diketahui, Universitas Brunei Darussalam ˜langganan™ mengirimkan mahasiswanya untuk mengikuti program dari LP4M (Lembaga Pengabdian, Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Masyarakat) ini. Program ini salah satu cara untuk bertukar wawasan dengan mahasiswa mancanegara.

Kamis (2/2), tim LP4M UNAIR mengunjungi mahasiswa KKN di Kecamatan Tanjung Anom, Kabupaten Nganjuk. Tim dari LP4M sharing dengan peserta KKN perihal rangkaian kegiatan KKN yang telah berlangsung sejak 16 Januari lalu. Tim dari LP4M juga sharing dengan mahasiswa KKN yang berasal dari Brunei Darussalam.

 

Penulis : Binti Q. Masruroh

Editor : Defrina Sukma S

AKSES CEPAT