51

51 Official Website

Banyuwangi Banjir Bandang, BEM UNAIR Kumpulkan Donasi

POSTER penggalangan dana Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) 51 dalam merespons bencana banjir di Banyuwangi. (Ilustrasi: Istimewa)
POSTER penggalangan dana Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) 51 dalam merespons bencana banjir di Banyuwangi. (Ilustrasi: Istimewa)

UNAIR NEWS – Hidup adalah Perihal Saling Mengisi. Kita Mesti Berbagi, Bukan Hanya Mengasihi. Sebuah kutipan tertera dalam poster pengumpulan bantuan bencana oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) 51 (UNAIR) terkait dengan bencana di Banyuwangi. Musibah memang tidak dapat dihindari. Banjir bandang menggulung wilayah Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Jumat (22/6). Akibatnya, ratusan rumah warga rusak.

Banjir yang menerjang tiga dusun, yakni Dusun Karang Asem, Garit, dan Bangunrejo, tersebut terjadi karena hujan deras yang turun di lereng Gunung Raung sejak Kamis 21/6. Hujan deras itu kemudian mengakibatkan longsor di lereng gunung disertai tumbangnya pohon-pohon di sekitar hutan.

Dilansir dari CNN Indonesia, Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Eka Muharam memerinci sebelas rumah roboh. Selain itu, tercatat 300 kepala keluarga terkena dampak.

Sementara itu, Camat Songgon Wagianto menyatakan bahwa musibah kali ini bukan merupakan banjir yang pertama. Sebab, pada 15 Mei 2018, juga sempat terjadi banjir bandang.

Terkait dengan hal tersebut, melalui Kementerian Pengabdian Masyarakat, BEM UNAIR bekerja sama dengan Mahasiswa Tanggap Bencana UNAIR (Mahagana), BEM seluruh fakultas, dan KM PSDKU UNAIR membuka donasi serta bantuan dari segenap mahasiswa dan civitas akademika UNAIR. Donasi itu bakal disalurkan kepada para korban bencana di Banyuwangi. Bantuan yang dikumpulkan tersebut dapat berupa pakaian yang masih layak, perabotan rumah tangga, atau uang tunai.

Setelah menggelar pengumpulan yang diserahkan di Sekretariat BEM UNAIR, Kampus C, diperoleh donasi yang mencapai 1,5 juta. Selanjutnya, dana itu dibelanjakan untuk membeli kebutuhan dasar para korban. Khususnya untuk anak-anak.

Kami berharap mahasiswa UNAIR peka terhadap kejadian bencana di negeri ini. Yang kemudian itu menumbuhkan jiwa sosial bagi mereka. Kebetulan kemarin kami bekerja sama dengan Mahagana, BEM seluruh fakultas, dan KM PSDKU UNAIR, ujar Maulana Satria Aji, menteri pengabdian masyarakat BEM UNAIR.

Hasilnya, Rp 1,5 juta terkumpul. Kemudian, ini dibelikan popok dan bedak bayi serta kebutuhan-kebutuhan lain semacamnya, imbuhnya.

Perlu diketahui, banjir tersebut juga mengakibatkan ratusan warga mengungsi. Para warga mengungsi di di pos penampungan di Balai Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh. (*)

Penulis: Pradita Desyanti

Editor: Feri Fenoria Rifai

AKSES CEPAT