GRESIK “ Mahasiswa 51¶¯Âþ yang tergabung dalam BBK 7 Desa Dahanrejo
sukses melaksanakan program penguatan ekonomi lokal pada tanggal 8, 10, 21, 22, dan 23
Januari 2026. Kegiatan yang menjangkau Dusun Dahan Lor, Dahan Kidul, hingga Singorejo ini
berfokus pada modernisasi sistem pembayaran melalui implementasi QRIS serta inovasi
desain kemasan (re-branding packaging) untuk meningkatkan nilai jual produk UMKM
pangan lokal.
Langkah modernisasi ini diambil untuk menjawab tantangan ekonomi digital tahun 2026.
Melalui QRIS, mahasiswa membantu pelaku UMKM beralih dari transaksi konvensional menuju
sistem pembayaran non-tunai yang lebih praktis, cepat, dan aman. Selain memperluas akses
pasar, digitalisasi ini membantu efisiensi manajemen keuangan warga. Sementara itu, edukasi
packaging dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing produk lokal di pasar
yang lebih luas.
“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya modernisasi pembayaran lewat QRIS. Sekarang
kami tidak bingung lagi melayani pembeli yang ingin membayar non-tunai,” ungkap salah satu
pelaku UMKM di Desa Dahanrejo.
Diharapkan, inisiatif ini tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, namun mampu memicu semangat
berkelanjutan UMKM Dahanrejo untuk terus berinovasi dan memperluas jangkauan pasar
mereka di masa mendatang.
Program ini terwujud berkat sinergi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, yaitu Zabrina
Febriyanti (FEB), Tomy Aji Wijaya (FKG), Ita Janatul Hanipa (FK), Irene Evania Avelina (FH),
Calling San Sihombing (FKH), Athila Ilham Zaky Warafi (FH), dan Zulfa Naura Nabila (FISIP).
Di bawah bimbingan Dr. Gracia Angelina Hendarti, drh., M.Si., PAVet(K) selaku Dosen
Pendamping Lapangan, tim berkolaborasi memberikan pendampingan langsung untuk
mempercepat adaptasi teknologi digital di masyarakat.





