UNAIR NEWS – Kelompok Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51动漫 (UNAIR) melaksanakan sosialisasi anti narkoba kepada anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di balai desa Claket pada hari Sabtu (17/01/2026). Husain sebagai ketua Belajar Bersama Kelompok (BBK) 7 Desa Claket menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya narkoba. 淢elalui kegiatan ini, saya berharap ibu-ibu dapat memperoleh pemahaman yang lebih jelas mengenai narkoba, jenis-jenisnya, serta bagaimana upaya pencegahan yang dapat dilakukan mulai dari lingkungan keluarga hingga lingkungan sekitar, ujarnya.
Kegiatan ini menyasar kepada ibu-ibu PKK sebagai komunitas strategis penyuluhan materi, karena ibu adalah benteng pertama keluarga. Jadi, dengan adanya sosialisasi anti narkoba dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap keluarga, anak, hingga lingkungan sekitar.
Benteng Pertama Perlindungan Keluarga
Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum atau institusi negara, tetapi juga membutuhkan peran aktif keluarga sebagai lingkungan terdekat individu. Kesadaran inilah yang melatarbelakangi pelaksanaan sosialisasi anti narkoba kepada ibu-ibu PKK sebagai bagian dari penguatan peran keluarga dalam melindungi generasi dari ancaman narkotika.
淪aya sebagai perwakilan dari ibu-ibu PKK mengucapkan terimakasih banyak kepada rekan-rekan mahasiswa yang sudah menyempatkan waktu untuk menyampaikan materi terkait pentingnya mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba dalam lingkup keluarga. Sebagai seorang ibu, saya menyadari bahwa edukasi anti narkoba merupakan suatu hal yang penting agar anak tidak mudah terpengaruh dari lingkungan buruk seperti mengonsumsi narkoba, ujar Bu Wiwik selaku ketua PKK Desa Claket.
Mengenali Bahaya dan Dampak Narkoba Sejak dalam Lingkup Keluarga
Materi sosialisasi anti narkoba yang disampaikan oleh mahasiswa BBK 7 adalah pentingnya mengenali ciri-ciri individu yang mengonsumsi narkoba yang bisa dilihat dari perubahan fisik, perubahan perilaku, dan perubahan sosial, dampak penggunaan narkoba, dan faktor penyebab penggunaan serta upaya pencegahan dan penanganan. 淧encegahan narkoba paling efektif dimulai dari keluarga, dengan ibu PKK sebagai benteng pertama dalam melindungi anak dari bahaya narkoba, ungkap Ensa mahasiswa D-IV Teknologi Laboratorium Medik sebagai salah satu pemateri.
Sebelum penyampaian materi, ibu-ibu PKK diminta untuk mengikuti pre-test terlebih dahulu untuk mengukur tingkat pengetahuan awal terkait narkoba, baik dari sisi pengertian, jenis, maupun dampaknya. setelah seluruh materi disampaikan, para ibu PKK melakukan post-test guna mengevaluasi peningkatan pemahaman mereka terkait narkoba. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan tingkat pemahaman para ibu PKK yang cukup signifikan, yakni dari nilai rata-rata post-test mengalami kenaikan sebesar 48,95% dibandingkan dengan pre-test, hal ini mencerminkan efektivitas penyampaian materi sosialisasi anti narkoba kepada ibu-ibu PKK.
Implementasi dari SDGs Poin 3
Kegiatan tersebut mendukung SDGs poin 3, yaitu Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik. Rizka sebagai salah satu pemateri pada kegiatan sosialisasi anti narkoba menyampaikan bahwa SDGs poin 3 sangat penting untuk disampaikan kepada masyarakat. Karena, kesehatan adalah modal penting bagi generasi berikutnya. 淪aya memilih kegiatan hasil dari implementasi SDGs poin 3 yaitu sosialisasi anti narkoba. Karena, bagi saya masa depan yang cerah harus dimulai dari keluarga sehat, paparnya.
Penulis: Bagas Tri Laksono, Alma Maghfirananda





