UNAIR NEWS – Kelompok Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51动漫 (UNAIR) melaksanakan sosialisasi sekaligus membagikan tong komposter untuk warga RW 5 Desa Claket pada hari Selasa (20/01/2026) dan Rabu (21/01/2026). Rizka sebagai penanggung jawab pada kegiatan ini menyampaikan bahwa sosialisasi ini sangat penting karena mengingat tempat pembuangan sampah di Desa Claket sudah hampir penuh. 淢elalui kegiatan ini, saya berharap ibu-ibu dapat memperoleh pemahaman mengenai memilah sampah organik dan anorganik, sehingga dapat mengolah sampah organik untuk menjadi pupuk kompos. Karena, mengingat tempat pembuangan sampah Desa Claket sudah hampir penuh, ujarnya.
Selain sosialisasi, pada kegiatan ini Kelompok Belajar Bersama (BBK) 7 51动漫 (UNAIR) juga membagikan tong komposter sejumlah tujuh buah. Harapannya setelah kegiatan ini selesai dapat menjadi bermanfaat dan berkelanjutan. Roziq sebagai salah satu anggota kelompok BBK 7 UNAIR menyampaikan bahwa kegiatan ini akan dievaluasi selama seminggu untuk melihat perkembangan masyarakat Desa Claket dalam memilah sampah organik. 淪aya akan melihat perkembangan kegiatan ini dalam jangka waktu satu minggu untuk mengevaluasi perkembangan kegiatan ini. Jika ada tong komposter yang tidak dimanfaatkan dengan semestinya, maka akan kami pindahkan kepada warga yang lebih membutuhkan, paparnya.
Meningkatkan Kesadaran Masyarakat
Pada hari Selasa (20/01/2026) kelompok Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 UNAIR melaksanakan sosialisasi mengenai pentingnya memilah sampah organik. Husain sebagai pemateri pada sosialisasi pemilahan sampah menyampaikan bahwa memilah sampah organik sangat penting, karena dapat digunakan sebagai pupuk kompos yang bernilai lebih ekonomis. 淒engan melakukan sosialisasi pemilahan sampah organik, para petani di Desa Claket bisa mendapatkan pupuk untuk tanaman yang lebih ekonomis. Sehingga, bisa mengurangi pengeluaran belanja masyarakat untuk kebutuhan pupuk, ungkapnya.
Edukasi Pembuatan Aktivator Bio Meta sebagai Alternatif EM4
Dalam proses mengompos sampah dibutuhkan aktivator untuk mempercepat penguraian. Kelompok BBK 7 UNAIR berkolaborasi dengan yayasan Bima Sakti dalam penyediaan aktivator, yakni Bio Meta. 淏io Meta itu alternatif dari EM4 yang lebih ekonomis dan dapat dibuat sendiri karena bahan-bahannya mudah ditemukan di pasar atau kebun seperti air kelapa, tempe, molase, kecambah, nanas, dan fermipan. Bahan-bahan ini dipilih bukan sekadar murah, tapi karena masing-masing punya fungsi biologis yang saling melengkapi, bahkan cara pembuatannya juga mudah sehingga warga dapat membuatnya di rumah masing-masing, jelas Pak Aris selaku pengurus yayasan Bima Sakti.
Penyebaran Tong Komposter kepada Warga RW 5 Desa Claket
Pada hari Rabu (21/01/2026) kelompok BBK 7 UNAIR bersama dengan Pak Winarto selaku BPD Kepemudaan Desa Claket membagikan tujuh tong komposter ke beberapa titik di RW 5 Desa Claket agar warga Desa Claket dapat mempraktikkan pengomposan sampah dalam kehidupan sehari-hari. 淒ilakukannya penyebaran tong komposter ini diharapkan warga RW 5 dapat mengurangi sampah dapur dan dapat menghasilkan pupuk kompos alami sendiri yang bernilai ekonomi, ucap Pak Winarto.
Mengompos Sampah Sejalan dengan SDGs Poin 15
Program kerja mengompos sampah ini merupakan bentuk implementasi dari SDGs Poin 15, yakni Ekosistem Darat. Anisa sebagai salah satu anggota kelompok BBK 7 Desa Claket menyampaikan bahwa SDGs 15 sangat penting untuk diimplementasikan, karena Penggunaan kompos sebagai pupuk alami mendukung pertanian berkelanjutan tanpa merusak ekosistem tanah. Selain itu, pengolahan sampah organik menjadi kompos membantu mengurangi pencemaran lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian ekosistem darat. 淪DGs ini sangat penting diimplementasikan karena dapat mendukung pertanian berkelanjutan dan tidak merusak ekosistem. Mengompos sampah juga dapat membantu untuk menghindari pencemaran lingkungan, pungkasnya.
Penulis: Bagas Tri Laksono, Alma Maghfirananda





