Tingkat minat baca anak di desa Sidorejo, Madiun masih terbilang cukup rendah.
Hadirnya fenomena tersebut mendorong Tim Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama
Komunitas (KKN “ BBK) 7 Sidorejo, Saradan, Madiun untuk mengadakan program kerja
JAM CERITA CERIA, sebuah program kerja storytelling yang dilaksanakan di SDN
Sidorejo 03 dengan target audiens siswa-siswi kelas 4 SD pada hari Kamis (22/1/26). Tujuan
dari kegiatan ini adalah untuk memantik minat baca sekaligus meningkatkan kemampuan
public speaking pada anak-anak.
Program kerja ini memiliki dua agenda utama. Kegiatan diawali dengan Tim KKN-
BBK 7 Sidorejo melakukan kegiatan mendongeng. Dalam pelaksanaannya, Tim KKN-BBK 7
Sidorejo membacakan buku cerita anak dengan menekankan mimik wajah dan ekspresi yang
mendukung agar menarik perhatian audiens. Tak hanya itu saja, Tim KKN-BBK 7 Sidorejo
juga melakukan interaksi dengan audiens sepanjang mendongeng untuk memberikan
pengalaman imersif saat mendengarkan dongeng. Sesi ini kemudian diakhiri dengan kegiatan
interaktif bersama audiens berupa sesi diskusi terkait pesan dan nilai moral yang dapat
diambil dari kisah yang telah diceritakan oleh Tim KKN-BBK 7 Sidorejo.
Sesi Mendongeng oleh Tim KKN “ BBK 7 Sidorejo (Dok. Foto Pribadi)
Setelah itu, Tim KKN-BBK 7 Sidorejo mempersilahkan audiens untuk memilih buku
bacaan yang ingin dibaca. Pada sesi ini, antusiasme audiens terlihat sangat tinggi. Hal ini
terlihat melalui minat mereka membaca buku cerita lebih dari satu kali dengan judul yang
berbeda. Kemudian Tim KKN-BBK 7 Sidorejo mengajak audiens untuk berani mencoba
menceritakan kembali buku yang telah mereka baca dihadapan teman-temannya. Melalui
metode ini, audiens tidak hanya terlibat secara pasif, tetapi juga terlibat secara aktif dengan
berinteraksi dan berani tampil percaya diri didepan teman-temannya.
Sesi Siswi Mendongeng di Depan Siswa “ Siswi Lainnya (Dok. Foto Pribadi)
Program kerja ini digagas oleh Muhammad Izharul Azmi, selaku ketua pelaksana
kegiatan sekaligus anggota dari Tim KKN-BBK 7 Sidorejo. Ia menyampaikan bahwa
program ini diangkat dari fenomena dimana rata-rata minat baca anak sekolah dasar masih
tergolong rendah. Pernyataan ini didasari oleh keluhan beberapa perangkat desa yang
mengeluhkan bahwa anak-anak lebih suka bermain dengan gawainya.
œProgram kerja ini bertujuan untuk memantik minat baca anak-anak serta
menumbuhkan skill public speaking sejak usia awal, lebih tepatnya anak-anak yang sedang
duduk di bangku sekolah dasar. Alasan program ini menggunakan mendongeng sebagai
pendekatan utama adalah agar anak-anak dapat mendapatkan euforia dalam berimajinasi
melalui mendengarkan cerita dari Tim KKN-BBK dan tertarik untuk membaca buku secara
mandiri nantinya. Kemudian, pendekatan mengajak audiens untuk mendongeng di depan
teman-teman kelompoknya agar audiens dilatih untuk berbicara di depan publik sekaligus
mengasah daya literasi mereka sebagai bonusnya, jelas Izha, sapaan dekatnya.
Izha menegaskan bahwa program ini berfokus pada upaya menumbuhkan atau
memantik minat baca anak, bukan semata-mata untuk meningkatkan literasi anak-anak
maupun meningkatkan minat baca anak. Melalui kegiatan ini, siswa-siswi yang awalnya tidak
suka atau tidak tertarik dengan membaca buku menjadi tertarik untuk membaca buku sesuai
dengan minat mereka.
Program kerja ini telah dipertimbangkan untuk selaras dengan poin SDGs ke-4, yaitu
Quality Education. Melalui program kerja ini, kami harap murid kelas 4 SDN Sidorejo 03
sudah memiliki keinginan atau ketertarikan membaca buku, meski hanya buku komik dan
buku cerita sekalipun.





