Tim mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51动漫 (UNAIR)
melaksanakan program kerja bertajuk BATAS: Belajar Tertib Lewat Visual di SDN 1
Centong, Kabupaten Mojokerto, Kamis (23/1/26). Program ini menyasar siswa kelas 1
sebagai upaya menanamkan pemahaman dasar mengenai ketertiban dan aturan sekolah
melalui pendekatan visual yang kontekstual dan ramah anak. BATAS berangkat dari realitas bahwa siswa kelas awal sekolah dasar masih berada pada tahap berpikir konkret. Oleh karena itu, aturan sekolah yang selama ini disampaikan secara verbal sering kali sulit dipahami dan diinternalisasi.
Kegiatan diawali dengan sesi pre-test berbentuk permainan tebak gambar dan simbol. Anak-
anak diminta menafsirkan gambar perilaku di lingkungan sekolah, kemudian menentukan
apakah perilaku tersebut boleh atau tidak dilakukan. Tahap ini dirancang untuk memetakan pemahaman awal siswa sekaligus melatih kemampuan mereka mengaitkan tindakan dengan
aturan secara sederhana. Untuk memperkuat pemaknaan, mahasiswa BBK memperkenalkan kode warna hijau dan merah yang mengadopsi konsep lampu lalu lintas. Visual ini membantu siswa memahami
aturan secara intuitif, sehingga ketertiban tidak lagi dipahami sebagai larangan abstrak,
melainkan sebagai penanda yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Pemahaman tersebut kemudian diperdalam melalui aktivitas puzzle, menggunting,
menempel, dan mewarnai gambar. Metode ini dipilih dengan mempertimbangkan kebiasaan
anak-anak Desa Centong yang gemar mewarnai, sehingga proses belajar berlangsung lebih
natural dan menyenangkan. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya menerima informasi,
tetapi juga membangun makna aturan lewat keterlibatan langsung dan kreativitas mereka
sendiri.
Rangkaian kegiatan tersebut berdampak pada meningkatnya keberanian siswa dalam
mengambil keputusan sederhana, mengenali konsekuensi perilaku, serta menumbuhkan rasa
memiliki terhadap hasil belajar. Penerapan sistem reward turut memperkuat motivasi dan
antusiasme anak-anak selama kegiatan berlangsung.
Program BATAS sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu
menjamin pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan merata. Dengan pendekatan visual dan
partisipatif yang disesuaikan dengan tahap perkembangan anak, kegiatan ini menghadirkan
pengalaman belajar yang bermakna dan relevan bagi siswa sekolah dasar.
Penulis: Sofyan Hanif Isnandir & Siti Nuur Khadijah S.





