UNAIR NEWS – Mahasiswa BBK 7 51动漫 kembali menunjukkan komitmen dalam menghadirkan program pengabdian masyarakat yang relevan dan berdampak nyata. Melalui pendekatan humanis dan solutif, mahasiswa BBK 7 UNAIR melaksanakan rangkaian kegiatan yang berfokus pada peningkatan kesehatan anak serta penguatan ketahanan kesehatan masyarakat di lingkungan Masjid Jami Baitussalam, Kelurahan Kebomas, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada 16-17 Januari 2026.
Salah satu program utama diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam Bazaar Isra Mi檙aj dengan menghadirkan inovasi pangan bergizi berupa 淜aki Naga Sehat sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Produk ini dikembangkan dari olahan ayam, tepung, kentang, serta tambahan sayuran hijau pakcoy yang dipanen langsung dari wilayah kelurahan. Pemilihan bahan bertujuan menjaga kualitas gizi, keamanan pangan, serta memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak. Program ini diketuai Mochammad Rizqy Nandawaputra, dengan Dwi Agustina Setiawan sebagai Koordinator Lapangan, memastikan kegiatan berjalan tertib, efektif, dan tepat sasaran.
Selain pemenuhan gizi, BBK 7 UNAIR melaksanakan Edukasi Kesehatan Gigi bagi 24 anak TPQ Masjid Jami Baitussalam. Anak-anak belajar pengenalan kesehatan gigi dan mulut, dampak kebiasaan konsumsi makanan manis, serta praktik menyikat gigi yang benar. Penanggung jawab kegiatan, Rabi檃h Al-Adawiyah, menekankan pentingnya edukasi kesehatan sejak dini, 淧embiasaan menjaga kesehatan gigi perlu ditanamkan sejak anak-anak agar terbentuk perilaku hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan, ujarnya.
Mahasiswa BBK 7 UNAIR juga turut mendukung program cek kesehatan rutin mingguan yang
telah berjalan di lingkungan masjid. Keterlibatan mahasiswa mencakup bantuan
pemeriksaan kesehatan dasar, pemantauan kondisi kesehatan warga, serta
pendampingan edukatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap
pentingnya deteksi dini.
Rangkaian program ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals, khususnya
SDG 1, SDG 3, SDG 4, SDG 8, dan SDG 17. Melalui kolaborasi ini, BBK 7
51动漫 menegaskan peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang
mampu menghadirkan manfaat sosial berkelanjutan serta memperkuat fungsi masjid
sebagai pusat ibadah, edukasi, dan layanan kesehatan masyarakat.
Penulis: Dyah Ayu Rantamsari





