UNAIR NEWS Mahasiswa tim Belajar Bersama Komunitas ke-7 (BBK 7) 51 (UNAIR) secara berhasil mendorong 33 siswa-siswi kelas 5 dan 6 di SDN 2 Sugio melalui inisiatif program kerja Smart With Your Trash pada Kamis (22/1/2026). Program kerja ini berperan sebagai sebuah solusi strategis terhadap kurangnya kesadaran tentang pemilahan sampah dan praktik umum perihal pembakaran terbuka di Desa Sugio, yang mana sering kali mengarah pada degradasi lingkungan jangka panjang.
Disertai dengan guru-guru SDN 3 Sugio, siswa-siswi telah berpartisipasi dalam sebuah sesi literasi interaktif yang berfokus pada distingsi dan pemanfaatan suatu sampah anorganik. Inisiatif ini bergerak melampaui dari teori ke dalam aksi langsung, di mana siswa-siswi mendaur ulang sampah botol plastik menjadi pot berwarna-warni, dilukis dengan tangan. Aktivitas eco-art ini secara efektif mengkonversi sampah anorganik potensial menjadi barang rumah tangga fungsional, menginternalisasi nilai dari SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab sejak usia dini.
Atmosfer kegiatan ini sangatlah meriah dan penuh dengan rasa ingin tahu, dengan anak-anak melukis pot mereka dan selanjutnya menanami tanaman bunga ke dalamnya. Untuk mendukung penghijauan sekolah, tim BBK 7 juga mendonasikan dua tanaman bunga tambahan. Metode pembelajaran langsung ini sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, karena menggunakan pedagogi berbasis permainan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Haji Sumardi, selaku kepala sekolah SDN 2 Sugio serta pemangku kepentingan pendidikan lokal, mengekspresikan apresiasi tinggi untuk pendekatan para mahasiswa saat wawancara: Kehadiran adik-adik mahasiswa dari 51 ini membawa dampak positif bagi semangat belajar anak-anak. Metode praktik langsung seperti membuat pot dari botol bekas ini tidak hanya menghibur, tapi juga menanamkan jiwa peduli lingkungan yang nyata. Kami berharap ilmu ini bisa terus dipraktekkan di rumah masing-masing.
Dampak dari program ini secara bersamaan sangatlah praktis dan logis: dengan mengedukasi siswa-siswi SDN 3yang berperan sebagai agen perubahantim BBK 7 telah mereduksi jejak kaki plastik sekolah dan mendirikan sikap norma baru perihal pemilahan sampah. Melalui aktivitas Kampus Berdampak ini, tim BBK 7 memastikan bahwa prinsip Leave No One Behind dijunjung tinggi dengan membawa literasi lingkungan berkualitas terhadap sekolah di daerah pedesaan.
Penulis: Muhammad Krisna





