51动漫

51动漫 Official Website

BBK 7 UNAIR Desa Kresek Kembangkan Souvenir Daur Ulang, Dukung SDGs 8

Pelatihan souvenir daur ulang program Kresek Berdaya oleh mahasiswa BBK 7 UNAIR bersama Ibu-Ibu PKK dan Kader Bank Sampah Desa Kresek (Foto: Dok. Pribadi)
Pelatihan souvenir daur ulang program Kresek Berdaya oleh mahasiswa BBK 7 UNAIR bersama Ibu-Ibu PKK dan Kader Bank Sampah Desa Kresek (Foto: Dok. Pribadi)

Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51动漫 (UNAIR) Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, melaksanakan program kerja bertajuk Kresek Berdaya berupa pelatihan pembuatan souvenir dari bahan daur ulang bersama Ibu-Ibu PKK dan Kader Bank Sampah. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Kresek pada Senin (19/1/2026) sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis pengelolaan lingkungan. Program Kresek Berdaya dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah plastik bekas agar memiliki nilai ekonomi yang lebih. Melalui kegiatan ini, masyarakat didorong untuk mengembangkan potensi limbah plastik menjadi produk yang lebih bernilai dan layak dipasarkan.

Pada program Kresek Berdaya, pelatihan difokuskan pada praktik langsung pembuatan souvenir dari plastik bekas yang selama ini hanya dijual ke pihak luar. Sehingga, mahasiswa BBK 7 UNAIR Desa Kresek, mengagendakan adanya pendampingan bersama Ibu-Ibu PKK dan Kader Bank Sampah mulai dari tahap persiapan bahan, pembuatan produk souvenir, hingga tahap penyelesaian. Proses kolaborasi atau pendampingan pembuatan souvenir bersama Ibu-Ibu PKK dan Kader Bank Sampah ini, diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam mengelola limbah plastik secara mandiri.

Kegiatan pelatihan pembuatan souvenir pada program Kresek Berdaya, dihadiri oleh sejumlah 22 peserta yang terdiri dari Ibu-Ibu PKK dan Kader Bank Sampah secara antusias. Produk souvenir yang dihasilkan berupa gantungan kunci dan bros fungsional yang memiliki nilai estetika dan nilai jual. Kegiatan ini mendorong peserta untuk melihat adanya potensi ekonomi dengan mengedepankan kreativitas peserta dalam pembuatan souvenir yang menghasilkan nilai ekonomis.

Pelatihan berjalan lancar dan mendapat respon positif dari peserta. Salah satu ibu PKK juga menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman baru dalam memanfaatkan plastik bekas. 淪elama ini plastik hanya dijual, kini bisa diolah menjadi souvenir yang memiliki nilai jual lebih tinggi, tuturnya.

Melalui kegiatan Kresek Berdaya, mahasiswa BBK 7 UNAIR berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat terus dikembangkan dan memberikan dampak ekonomi bagi tim pengelola Bank Sampah serta masyarakat Desa Kresek. Program ini sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8, yaitu Decent Work and Economic Growth.

Penulis: Tim BBK 7 Desa Kresek

AKSES CEPAT