Kelompok Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51 (UNAIR) menggelar kegiatan talkshow dan pelatihan budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) di Desa Bongsopotro, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu (18/01/2026) ini menghadirkan Dr. Rochmah Kurnijasanti, drh., M.Si., dosen Fakultas Kedokteran Hewan UNAIR, sebagai narasumber utama.
Program kerja bertajuk “Maggot Zone” ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru. Budidaya maggot dinilai sebagai solusi tepat guna karena mampu mengurai sampah organik secara cepat dan menghasilkan pakan ternak berprotein tinggi. Hal ini selaras dengan SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), di mana masyarakat diajak untuk mengurangi limbah (waste reduction) dan mendaur ulangnya menjadi sumber daya produktif (siklus ekonomi sirkular).
Dalam pemaparannya, Dr. Rochmah menjelaskan bahwa maggot BSF berbeda dengan lalat hijau biasa karena tidak membawa penyakit dan siklus hidupnya dapat dikontrol untuk kepentingan industri pakan dan pupuk. Beliau menekankan potensi ekonomi yang tinggi dari budidaya ini jika ditekuni dengan benar.
“Budidaya maggot ini biayanya sedikit, tapi cuannya (keuntungannya) besar asal tahu cara pemanfaatannya. Maggot memiliki protein tinggi yang sangat baik untuk pertumbuhan hewan ternak dan ikan, serta mampu mencegah penyakit pada hewan ternak,” ujar Dr. Rochmah dalam sesi materi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa BBK 7 UNAIR berharap warga Desa Bongsopotro dapat mandiri dalam menyediakan pakan ternak murah sekaligus menjaga kebersihan lingkungan desa dari sampah organik rumah tangga.





