51动漫

51动漫 Official Website

BBK 7 UNAIR Purwodadi Gelar Workshop KIDZPRENEUR : Sulap Tutup Botol Jadi Gantungan Kunci Super Lucu

Mahasiswa BBK 7 UNAIR Purwodadi menawarkan solusi cerdas kepada siswa kelas 4 di SD Negeri 2 Purwodadi dengan memanfaatkan tutup botol bekas
Mahasiswa BBK 7 UNAIR Purwodadi menawarkan solusi cerdas kepada siswa kelas 4 di SD Negeri 2 Purwodadi dengan memanfaatkan tutup botol bekas

UNAIR NEWS – Di tengah tantangan sampah plastik yang membeludak, kelompok mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51动漫 (UNAIR) Purwodadi menawarkan solusi cerdas kepada siswa kelas 4 di SD Negeri 2 Purwodadi dari barang sehari-hari yaitu tutup botol bekas. Inisiatif ini bukan sekadar permainan anak-anak, melainkan gerakan nyata yang mengajarkan entrepreneurship sejak dini sambil menjaga lingkungan. Bayangkan, tutup botol yang biasanya berakhir di TPA kini bertransformasi menjadi gantungan kunci unik, stylish, dan siap dijual!

Prosesnya sederhana tapi penuh kreativitas. Kidzpreneur mengumpulkan tutup botol dari rumah tangga, sekolah, dan pasar. Dengan alat seadanya seperti setrika, paku atau obeng, cetakan, dan gunting, mereka mencetak dengan berbagai bentuk serta melubangi tutup lalu menyusunnya menjadi gantungan kunci multifungsi. Satu tutup bisa jadi hiasan tas sekolah, kunci motor, atau bahkan aksesori gadget. Harganya bisa dibuat terjangkau dari Rp5.000揜p10.000 per buah, dan hasil penjualan bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan mereka.

Yang membuatnya luar biasa adalah kaitannya dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB. Inisiatif ini langsung mendukung SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab dengan mengurangi limbah plastik melalui daur ulang kreatif. Selain itu, SDG 4: Pendidikan Berkualitas terwujud lewat workshop yang mengintegrasikan STEM (Science, Technology, Engineering, Math) ke siswa kelas 4 SD, membangun keterampilan abad 21 seperti problem-solving dan bisnis. Tak ketinggalan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, karena kidzpreneur belajar mengelola produksi, pemasaran via media sosial, hingga keuangan dasar untuk mendorong ekonomi sirkular dari usia dini.

Salah satu siswa kelas 4 ikut serta berbagi impiannya “Awalnya cuma barang tidak terpakai, tapi sekarang saya paham sampah bisa jadi uang saku sambil selamatkan bumi,” ujar Binar. Dengan kidzpreneur, generasi muda bukan hanya menabung sampah, tapi membangun fondasi ekonomi hijau. Kidzpreneur memberi harapan besar seperti generasi muda kita bisa wujudkan SDGs dengan tangan kecil mereka, membawa masa depan lingkungan bersih dan penuh peluang.

Penulis: Qiswatun Alfi

AKSES CEPAT