UNAIR NEWS – Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51动漫 melaksanakan program unggulan bertajuk 淜resek Bersih dan Lestari di area Monumen Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, dimulai pada tanggal 9 hingga 23 Januari 2026. Program ini menjadi wujud nyata kontribusi Kampus Berdampak dalam mendukung poin SDGs 6 (Clean Water and Sanitation) melalui kerja bakti, penyediaan sarana kebersihan, serta edukasi publik.
Kegiatan ini dilatarbelakangi ulasan pengunjung yang menyoroti minimnya informasi kebersihan dan keterbatasan tempat sampah di kawasan monumen. Menjawab kebutuhan tersebut, tim BBK 7 UNAIR Desa Kresek berkolaborasi dengan pengurus monumen dan masyarakat setempat untuk melakukan pembersihan area, pembuatan serta pemasangan tempat sampah di titik strategis, dimana terdapat tiga titik strategis tersebut yaitu sekitar UMKM, loket, dan juga pendopo monumen, serta dibarengi dengan pemasangan papan imbauan kebersihan yang mudah terlihat pengunjung yaitu di sekitar loket. Adapun jumlah peserta yang ikut terlibat aktif dalam rangkaian kegiatan ini sebanyak 25 peserta, termasuk masyarakat sekitar Monumen Kresek, pengurus / Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dan juga mahasiswa BBK 7 UNAIR yang berlangsung selama tiga minggu pada setiap hari jumat.
Diken Astiana sebagai penanggung jawab kegiatan, menyampaikan bahwa program ini menitikberatkan pada perubahan perilaku berkelanjutan. 淜ami tidak hanya membersihkan area monumen, tetapi juga menyediakan fasilitas dan juga pesan visual berupa papan imbauan agar pengunjung terdorong menjaga kebersihan secara konsisten, ujarnya. Adapun Daffa sebagai penanggung jawab kegiatan juga menambahkan, 淪inergi dengan pengurus monumen atau Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS), sangat membantu penentuan lokasi tempat sampah dan papan imbauan agar tepat guna dan berdampak. Hasilnya, area Monumen Kresek kini tampak lebih bersih dan tertata, dengan tempat sampah terdistribusi di titik strategis serta papan imbauan yang informatif. Salah satu dampak langsung yang dirasakan pengunjung, yaitu kini memiliki akses lebih mudah untuk membuang sampah sesuai jenisnya.
Program Kresek Bersih dan Lestari menunjukkan bagaimana mahasiswa 51动漫 menerjemahkan semangat Kampus Berdampak ke dalam aksi nyata yang relevan, unik, dan berkelanjutan. Kedepannya, mahasiswa BBK 7 UNAIR berharap pengurus monumen dan masyarakat dapat melanjutkan perawatan sarana yang telah terpasang serta mengembangkan kegiatan serupa secara berkala. 淗arapan kami, Monumen Kresek menjadi contoh destinasi wisata yang bersih dan berkelanjutan, tutup Diken. Dengan demikian, kontribusi terhadap poin SDGs 6 tidak berhenti pada satu program, melainkan tumbuh menjadi budaya bersama.





