UNAIR NEWS – Bincang Santai Intelektual part 2 dengan tema Intip Visi Misi Capres, Janji Manis atau Realistis berhasil diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis () 51 (UNAIR) via zoom, pada Minggu (26/11/2023).
Webinar ini terlaksana dengan mengundang 3 pembicara yaitu; Guru Gembul (konten kreator pendidikan), Prof Dr Rudi Purwono SE MSE (pengamat ekonomi UNAIR), dan Prof Kacung Marijan Drs MA Ph D (pengamat politik UNAIR).
Pelaksanaan webinar dibuka dengan penyampaian narasi dari moderator yaitu Muhammad Syaikh Rohman SE M Ec yang menjelaskan terkait bagaimana kondisi ekonomi di Indonesia ketika mendekati meningkatnya intensitas politik dalam negeri maupun secara global.
Karena tingginya intensitas politik dan geopolitik yang terus mengalami peningkatan beberapa tahun terakhir, yang tentunya memberikan dampak pada perekonomian di Indonesia hingga mengalami 2 sampai 3 persen perlambatan, jelasnya.
Visi Misi Capres Segi Pandangan Ekonomi
Meskipun ancaman global memberikan tantangan tersendiri bagi indonesia akan tetapi secara internal Indonesia juga memiliki tantangan yaitu kontestasi politik yang tentunya memberikan dampak negatif maupun positif tergantung dari bagaimana memanfaatkan peluang tersebut.
Seperti halnya terlihat dari bagaimana visi dan misi yang diberikan oleh para kontestan untuk memberikan dampak pada kondisi perekonomian yang dialami oleh Indonesia selama 5 tahun kedepan.
Prof Rudi menjelaskan perekonomian Indonesia sempat mengalami guncangan yang serius pada masa pandemi dimana banyak lonjakan harga minyak, adanya demand yang serius pada sisi supply, hingga memikirkan bagaimana tidak terjadi lonjakan tinggi pada pengeluaran APBN pada saat itu.
Dengan hal itu, sangat perlu di perhatikan kembali mana visi-misi yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia mendatang apabila terjadi sesuatu hal yang tidak terduga, tambahnya.
Begitu pula dengan Guru Gembul yang menyebutkan bahwa banyak dari visi-misi dari kontestan yang tidak realistis bahkan sangat mustahil untuk dicapai dalam 5 tahun sampai 10 tahun kedepan.
Melihat bahwasannya pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang pernah mengalami kenaikan sebanyak 7 persen itu diakibatkan dari tingginya tingkat konsumsi dari masyarakat Indonesia sendiri bukan dari tingginya produksi dari Indonesia.
Sehingga jika terdapat visi-misi yang berbunyi pendapatan perkapita Indonesia akan disamakan dengan pendapatan perkapita negara maju, akan menjadi pertanyaan kembali negara maju mana yang akan dijadikan patokan hal tersebut?.
Disisi lain 85 persen masyarakat Indonesia masih miskin dan belum kaya karena belum pernah mendapatkan gaji 18 juta setiap bulannya. Perlu diingat standar kaya di Indonesia adalah dengan menerima gaji sebanyak 18 juta setiap bulannya.
Visi Misi Capres Segi Politik
Menanggapi pernyataan dari Guru Gembul, Prof Kacung turut menjelaskan. Visi-misi yang diberikan oleh para kontestan memang tidak realistis akan tetapi itulah yang menjadi kemauan dari masyarakat Indonesia.
Visi-misi yang populis ini lah merupakan keinginan dari warga Indonesia, bukan kebijakan yang nantinya akan dijalankan. Dan instrumen ini tidak hanya terjadi di Indonesia melainkan juga terjadi di Amerika secara global jika dilihat dari konteks ekonomi, ujar Prof Kacung.
Jika dilihat dari ekonomi pragmatis, masyarakat Indonesia akan menawarkan wani piro untuk dipilih, bukan populis lagi tapi mentahannya yang diminta, tambahnya.
Penulis: Nokya Suripto Putri
Editor: Feri Fenoria





