51动漫

51动漫 Official Website

Belajar dari Pandemi: Tantangan Pengelolaan Diabetes di Wilayah Pedesaan Indonesia

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Penyakit Diabetes Mellitus Tipe 2 masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia. Data dari International Diabetes Federation menunjukkan bahwa jumlah penderita diabetes terus meningkat setiap tahun. Tantangan pengelolaan penyakit ini semakin terasa bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pedesaan, di mana akses terhadap layanan kesehatan, edukasi, serta fasilitas pemantauan kesehatan sering kali terbatas. Kondisi tersebut membuat banyak pasien kesulitan mengontrol kadar gula darah secara optimal.

Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Fakultas Keperawatan 51动漫 bersama kolaborator dari University of Malaya mencoba memahami faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan pasien dalam mengelola diabetes secara mandiri selama pandemi COVID-19. Studi ini melibatkan lebih dari seratus pasien diabetes yang tinggal di wilayah pedesaan di Jawa Timur. Penelitian tersebut kemudian dipublikasikan dalam jurnal internasional Gaceta M茅dica de Caracas pada tahun 2026.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden masih mengalami kadar gula darah yang tinggi atau hiperglikemia, dengan rata-rata mencapai sekitar 258 mg/dL. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengelolaan penyakit masih belum optimal. Hiperglikemia yang berlangsung dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti gangguan jantung, kerusakan saraf, hingga gangguan ginjal, sehingga pengendalian gula darah menjadi bagian penting dalam perawatan diabetes.

Selain faktor biologis, kondisi berat badan juga menjadi faktor yang berpengaruh. Penelitian menemukan bahwa pasien dengan obesitas memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami kesulitan dalam mengelola diabetes. Obesitas dapat memperburuk resistensi insulin dan membuat kadar gula darah lebih sulit dikendalikan. Pola makan yang kurang sehat serta aktivitas fisik yang terbatas sering menjadi faktor yang memperkuat kondisi tersebut, terutama pada masyarakat dengan akses terbatas terhadap informasi kesehatan.

Faktor psikologis juga terbukti berperan penting. Banyak pasien mengalami kecemasan selama pandemi karena kekhawatiran terhadap risiko infeksi serta keterbatasan akses layanan kesehatan. Kecemasan ini dapat memengaruhi motivasi pasien untuk menjalankan perawatan diri seperti mengatur pola makan, memantau kadar gula darah, dan mematuhi pengobatan. Kondisi mental yang tidak stabil sering kali membuat pasien kurang konsisten dalam menjalankan pengelolaan penyakitnya.

Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan diabetes tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor psikologis dan lingkungan. Oleh karena itu, pendekatan pengendalian diabetes perlu dilakukan secara lebih komprehensif melalui edukasi kesehatan, dukungan psikososial, serta peningkatan akses layanan kesehatan bagi masyarakat pedesaan. Dengan pendekatan yang lebih menyeluruh, diharapkan pasien diabetes dapat meningkatkan kemampuan perawatan diri dan mengurangi risiko komplikasi di masa depan.

Penulis: Ika Nur Pratiwi, Lingga Curnia Dewi, Lailatun Nimah, Nursalam Nursalam, Ika Yuni Widyawati, Vimala Ramoo

Nama lengkap: Dr. Ika Nur Pratiwi, S.Kep., Ns., M.Kep.

NIP: 198711022015042003

No. HP: 08179610106

Judul Artikel: Factors Influencing Diabetes Self-Management in Rural Indonesia: Lessons from the COVID-19 Pandemic [Factores Determinantes del Autocontrol de la Diabetes en las 脕reas Rurales de Indonesia: Lecciones Derivadas de la Pandemia de COVID-19]

Untuk informasi lebih lanjut bisa melalui link berikut:

Pratiwi, I. N., Dewi, L. C., Nimah, L., Nursalam, N., Widyawati, I. Y., & Ramoo, V. (2026). Factors Influencing Diabetes Self-Management in Rural Indonesia: Lessons from the COVID-19 Pandemic. Gaceta Medica de Caracas134, S90-S100.   

AKSES CEPAT