51动漫

51动漫 Official Website

BEM dan Kemahasiswaan UNAIR Gelar Konferensi Mahasiswa Malaysia-Indonesia

WAKIL Rektor I UNAIR Prof. dr. Djoko Santoso, Ph.D., K-GH., FINASIM., saat menyampaikan keynote speaker dalam Internasional Conference On Student Development and Leadership Malaysia - Indonesia (ICOSDEL MALINDO 18). (Foto: Feri Fenoria Rifa檌)

UNAIR NEWS Badan Eksekutif Mahasiswa bekerja sama dengan Kemahasiswaan 51动漫 mengadakan Internasional Conference On Student Development and听 Leadership Malaysia – Indonesia (ICOSDEL MALINDO 18) pada Senin (16/7). Bertempat di Aula Amerta lantai 4 Rektorat UNAIR, konferensi tersebut dihadiri 30 mahasiswa. Mereka terdiri atas mahasiswa dari UNAIR dan Universiti Teknologi Mara (UiTM).

Ketua Panitia ICOSDEL MALINDO 18 Dani Gadang Puja Bimantara menyampaikan bahwa setiap universitas, baik UNAIR maupun UiTM, mengirimkan 15 perwakilan. Dari UNAIR, perwakilan itu terdiri atas delegasi BEM UNAIR, Duta UNAIR, dan UKM Penalaran.

滼adi, dari UNAIR ada dari perwakilan BEM, Duta, dan UKM penalaran, ujar Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UNAIR angkatan 2016 tersebut.

Gadang menambahkan, “Global Talent: We Lead, We Manage” sengaja dipilih menjadi tema ICOSDEL MALINDO 18. Global talent, lanjut dia, sangat perlu diimplementasikan pada kondisi dewasa ini. Terutama dalam menghadapi era globalisasi yang kian berkembang dan maju.

滸lobal talent sendiri meliputi leadership, sports, volunteerism, cultural, entrepreneurship, dan global linkages, sebutnya.

Kemudian, menurut Gadang, We lead櫃 bermakna sebagai mahasiswa, kita dituntut menjadi leader (pemimpin). Dan We manage berarti kita sebagai mahasiswa mesti mampu mengatur atau mengelola sesuatu dengan baik.

Mampu menentukan sikap dalam menghadapi era globalisasi diharapkan menjadi nilai yang dicapai dalam konferensi tersebut. Terutama bagaimana bersikap kritis dan praktis. Yang selanjutnya, kemampuan tersebut dioptimalkan untuk berkontribusi turut memajukan negara masing-masing.

漈entu, selepas acara, kerja sama ini (antara UNAIR dan UiTM, Red) diharapkan tetap terjalin. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan bukan hanya dengan Malaysia, tapi juga dengan negara lain, katanya.

漎ang paling penting, ICOSDEL MALINDO bisa mendongkrak UNAIR menuju Top 500 World University, imbuhnya.

Sementara itu, konferensi itu dibuka langsung oleh Rektor UNAIR Prof. Dr. H. Mohammad Nasih., SE., MT., Ak., CMA. Turut mendampingi Dr. Mohd Bahrin Othman selaku Director of Student Development UiTM.

Pemukulan gong menandai pembukaan konferensi itu. Sebagai pembuka sekaligus ungkapan selamat datang kepada mahasiswa Malaysia, turut tampil tari Sparkling Surabaya oleh Unit Kegiatan Tari dan Karawitan (UKTK) UNAIR.

滽ita tentu tahu sudah dengan UNAIR dengan kemajuannya. Semoga kerja sama ini dapat memberikan dampak positif kepada masing-masing, tutur Dr. Mohd Bahrin dalam sambutannya.

Menambahkan pernyataan tersebut, Prof. Nasih menyampaikan bahwa generasi muda, khususnya mahasiswa, merupakan para calon pemimpin masa depan. Baik untuk Indonesia maupun Malaysia. Tentu, menyiapkan para pemimpin dengan kompetensi-kompetensi yang baik menjadi tanggung jawab kampus.

Karena itu, kampus dituntut menyediakan prosedur pendidikan yang baik. Salah satunya adalah konferensi semacam ICOSDEL MALINDO dengan bekerja sama lintas negara.

滱nda semua merupakan para calon pemimpin masa depan Indonesia dan Malaysia. Revolusi Industri 4.0 ada di depan mata. Persiapkan diri dan belajarlah dan belajarlah dengan baik. UNAIR terus berupaya menggelar proses pendidikan yang berorientasi pada kategori excellent, baik lingkup akademik maupun pengelolaan, sebutnya.

漇elamat berkonferensi, dan bersiaplah menjadi pemimpin kelak, tutur Prof. Nasih.

SALAH seorang mahasiswa Malaysia diikuti teman-temannya manyanyikan lagu Malaysia dalam pembukaan Internasional Conference On Student Development and Leadership Malaysia - Indonesia (ICOSDEL MALINDO 18). (Foto: Feri Fenoria Rifa檌)
SALAH seorang mahasiswa Malaysia diikuti teman-temannya manyanyikan lagu Malaysia dalam pembukaan Internasional Conference On Student Development and Leadership Malaysia – Indonesia (ICOSDEL MALINDO 18). (Foto: Feri Fenoria Rifa檌)

Perlu diketahui, konferensi itu terdiri atas beberapa kegiatan. Pertama, digelar penampilan budaya Indonesia dan Malaysia. Berikutnya, disampaikan keynote speaker oleh Wakil Rektor I UNAIR Prof. dr. Djoko Santoso, Ph.D., K-GH., FINASIM., dan Dr. Mohd Bahrin Othman. Selanjutnya adalah diskusi panel di enam ruangan. Sebelum berakhir, akan diumumkan awarding听kepada peserta atas pergerlaran konferensi tersebut. (*)

Penulis: Tunjung Senja Widuri

Editor: Feri Fenoria Rifa檌

AKSES CEPAT