Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis 51动漫 () mengadakan Pengembangan Profesi Talkshow (Profshow) yang berada pada naungan Departemen Pengembangan Profesi. Acara ini berlangsung secara daring melalui platform zoom dan live streaming instagram BEM FEB UNAIR pada Sabtu (26/4/2025).
Profshow merupakan bentuk realisasi BEM FEB UNAIR dalam membantu persiapan dunia pasca kampus. Hal ini disampaikan oleh Presiden BEM FEB UNAIR, Renandra Aryasakti. Arya menyampaikan agenda Profshow hadir untuk menjembatani mahasiswa dengan dunia profesi. Ia berharap mahasiswa tidak hanya menyelesaikan SKS namun dapat membantu persiapan mahasiswa menuju dunia profesional.
“Profshow hadir untuk menjembatani mahasiswa dengan dunia profesi. Kami berharap mahasiswa tidak hanya menyelesaikan SKS, tetapi juga dapat lebih siap menghadapi dunia profesional,” ujar Arya.
Pembicara dalam Profshow tahun ini merupakan alumni FEB UNAIR, yaitu Bryant Ritchie. Bryant merupakan seorang profesional dengan pengalaman sebagai peserta Masterclass on AI di International Training Centre, intern di Divisi Pajak dan Akuntansi Artax Tax Consultant, serta menjabat sebagai Chief Finance di TOSERMA.
Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam Dunia Akademik dan Profesi
Perkembangan teknologi AI pada tahun 2023-2024 yang semakin pesat, membawa dampak besar di dunia akademik maupun profesional. Di dunia akademik, AI membantu mahasiswa memperoleh informasi dengan cepat dan membantu penyelesaian tugas dengan lebih efisien. Namun, Bryant mengingatkan bahwa hasil dari AI tidak sepenuhnya akurat. Peran mahasiswa sangat penting dalam mengolah data dan mengasah pengetahuan. AI harus berlaku sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir kritis manusia.
“Peran mahasiswa sangat penting dalam mengolah data dan terus mengasah pengetahuan. AI harus kita lihat sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir kritis manusia,” ujar Bryant.
Dalam dunia profesi, AI tidak digunakan secara utuh dikarenakan adanya data perusahaan. Namun untuk jenis pekerjaan yang dapat diotomatisasi, AI dapat digunakan untuk pekerjaan yang bersifat rutin. Kolaborasi antara manusia dan AI menjadi kunci utama, penggunaan AI harus dikendalikan agar tidak menghambat keterampilan manusia.
Strategi Penggunaan Artificial Intelligence (AI) secara efektif
Selain itu Bryant menekankan pentingnya strategi dalam penggunaan AI. Menurutnya, langkah awal adalah memahami karakteristik tugas sebelum menggunakan AI, serta menyusun prompt yang tepat agar hasil yang muncul bisa lebih relevan.
Bryan juga mengingatkan agar pengguna tetap mengandalkan pengetahuan pribadi, khususnya dalam tugas-tugas yang membutuhkan analisis kritis. Dengan pengendalian yang tepat, AI dapat mempercepat pekerjaan tanpa menghambat perkembangan kapasitas diri.
“AI harus menjadi alat pendukung, bukan membatasi kemampuan manusia,” tegas Bryan.
Nama: Kania Khansanadhifa Kallista
Editor: Ragil Kukuh Imanto





