UNAIR NEWS Pada zaman modern ini, masyarakat sudah menyadari pentingnya self love, terutama dalam menghadapi quarter life crisis. Self love atau mencintai diri sendiri mampu meningkatkan rasa percaya diri seseorang.
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum 51动漫 (BEM FH UNAIR) menyelenggarakan Webinar Kepemudaan Why We Should Love Ourself? yang mengangkat topik utama tentang self love. Webinar yang diadakan pada Sabtu (27/8/2022) itu mengundang Risma Amelia Widyawati SPsi, mahasiswa Magister Profesi Klinis UNAIR, sebagai pembicara.
Menurut Risma, self love atau mencintai diri sendiri artinya merawat diri, bertanggung jawab atas diri sendiri, menghargai diri sendiri, dan memahami diri sendiri. Risma mengatakan saat melakukan self love, seseorang harus menerima segala bagian dari dirinya secara utuh, termasuk inner child-nya.
淪akit-sakitnya kita, senang-senangnya kita, kelemahan kita, itu adalah hal-hal yang membentuk kita hingga saat ini. Kita harus menerima semua itu, ujar mahasiswa yang menempuh S1 Psikologi di UNAIR tersebut.
Risma memaparkan bahwa self reward yang kerap dilakukan orang-orang merupakan salah satu bagian dari self love, tetapi self love tidak hanya berupa self reward saja. Self love, sambungnya, bersifat sangat luas seperti merawat pemikiran diri, tidak cemas terhadap apa yang kemungkinan terjadi, dan sebagainya.
Self love ini merupakan inti dari sebuah persahabatan. Seseorang itu harus menjadi sahabat atas dirinya sendiri terlebih dahulu, kemudian bisa memberikan cinta kepada orang lain. Ketika kita tidak bisa memperlakukan diri kita dengan baik, kita juga tidak bisa memperlakukan orang lain dengan baik, terang Risma.
Pada dasarnya, lanjut Risma, orang yang tidak mencintai dirinya sendiri cenderung merefleksikan ketidakpercayaan dirinya kepada orang lain. Untuk mencapai self love, ujarnya, setidaknya ada lima aspek yang harus dilakukan seseorang.
淟ima aspek itu yaitu self cherishing atau menghargai diri sendiri, self acceptance atau penerimaan diri, self persistence atau kegigihan diri, self responsibility atau tanggung jawab terhadap diri sendiri, dan self restraint atau pengendalian diri, tuturnya.
Risma juga menyampaikan mengembangkan kemampuan diri dan memiliki bounderies juga termasuk ke dalam bentuk self love.
Self love itu tidak sama dengan selfish. Selama self love, kita juga harus memiliki niat untuk belajar dan melakukan evaluasi. Ketika kita melakukan self love, kita tidak mengorbankan preferensi atau hak dari orang lain. Kita tidak berpikir diri kita lebih tinggi dari orang lain, tukas Risma. (*)
Penulis: Dewi Yugi Arti
Editor: Nuri Hermawan





