51动漫

51动漫 Official Website

Top Down Analysis, Cara Aman dalam Menentukan Perusahaan untuk Berinvestasi Saham

CEO Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, pada gelaran UASTEC National Webinar bertemakan 淯nderstanding Investment for Young Inventors to Avoid FOMO in International Market, Sabtu (27/8/2022). (Foto: SS Zoom)

UNAIR NEWS – Saham menjadi salah satu alat investasi yang populer di tengah masyarakat. Transaksi yang mudah dan profit yang cenderung tinggi sehingga dapat menjadi passive income menjadikan saham banyak dipilih sebagai investasi bahkan untuk jangka waktu yang lama.

Di Indonesia, terdapat banyak sekali perusahaan dari berbagai sektor yang menawarkan sahamnya untuk dibeli masyarakat umum di pasar modal. Sebelum memutuskan untuk menentukan perusahaan mana yang akan kita pilih untuk kita investasikan, ada baiknya kita melakukan top down analysis guna mengetahui layak tidaknya kita berinvestasi di perusahaan tersebut. 

淪ebelum kita memilih perusahaan yang akan kita investasikan, sebaiknya kita melakukan yang namanya top down analysis, tutur Bernadus Wijaya, CEO Sucor Sekuritas, pada gelaran UASTEC National Webinar yang bertemakan 淯nderstanding Investment for Young Inventors to Avoid FOMO in International Market, Sabtu (27/8/2022). Top down analysis, lanjut Bernad, meliputi analisis makro ekonomi, analisis industri atau sektoral, dan analisis perusahaan.

1. Analisis Makro Ekonomi

Analisis makro ekonomi bertujuan untuk menelaah kondisi perekonomian secara umum, baik dunia maupun nasional, dan pengaruhnya di waktu yang akan datang. 淧enting diperhatikan dalam analisis makro apakah kondisi sekarang memang sedang tumbuh atau enggak, tegas Bernad. 

Kondisi perekonomian suatu negara yang bertumbuh akan menghasilkan market yang cenderung bullish sedangkan jika kondisi negara sedang terpuruk maka saham akan cenderung bearish. Beberapa data yang perlu diperhatikan dalam analisis makroekonomi antara lain GDP, tingkat inflasi, tingkat suku bunga, dan fluktuasi nilai tukar Rupiah.

2.  Analisis Industri atau Sektoral

淎nalisis industri ini kita lihat di kondisi global saat ini kira-kira sektor mana saja yang bertumbuh dan tentu saja memiliki potensi yang bagus. Juga. kita perlu mencermati regulasi atau peraturan pemerintah yang mendukung atau menghambat sektor tersebut, papar Bernad.

淭eman-teman jangan berinvestasi di perusahaan yang pemerintah kurang sportif di bidang industri tersebut, lanjut Bernad. Ia mencontohkan, beberapa waktu lalu, saham perusahaan rokok sempat anjlok akibat kebijakan kenaikan cukai rokok yang ditetapkan pemerintah. Di lain pihak, industri traffic vehicle dan teknologi dapat menjadi alternatif dalam berinvestasi karena kebijakan pemerintah yang mendorong pertumbuhan bidang industri ini.

3.  Analisis Perusahaan

Perusahaan yang kita pilih untuk berinvestasi sebaiknya memiliki balance sheet yang kuat. Balance sheet dapat digunakan sebagai sarana untuk menilai perusahaan mana yang tahan banting dan bisa membayar hutang bahkan di saat krisis ekonomi.

Beberapa parameter yang perlu diperhatikan adalah DER (Debt to Equity Ratio) dan cash flow perusahaan yang positif. 淛angan sampai teman-teman beli yang hutangnya tinggi dan nggak punya cash flow yang bagus, pesan Bernad.

Hal-hal lain yang perlu diperhatikan dalam memilih perusahaan untuk berinvestasi adalah memilih perusahaan yang menjadi top of mind di masyarakat, perusahaan yang merupakan market leader dengan reputasi yang baik, serta memiliki valuasi yang murah di bidangnya.

Penulis: Agnes Ikandani

Editor: Nuri Hermawan

AKSES CEPAT