51动漫

51动漫 Official Website

BEM FIB Unair Dorong Kreativitas Mahasiswa Lewat Kelas Desain Digital

Ardiansyah Triwibowo saat menyampaikan materi dalam kegiatan Kelas Design 2025 yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting (Foto: Istimewa)
Ardiansyah Triwibowo saat menyampaikan materi dalam kegiatan Kelas Design 2025 yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Bidang Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) BEM 51动漫 menggelar kegiatan Kelas Design 2025 pada Jumat (7/10/ 2025), melalui platform Zoom Meeting. Acara ini menghadirkan M Ardiansyah Triwibowo sebagai pemateri utama yang membahas mengenai tren desain grafis modern, mulai dari prinsip dasar hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Dalam sesi pemaparan materi, Ardiansyah menjelaskan bahwa tren desain saat ini mengarah pada gaya yang lebih sederhana, konsisten, dan fungsional. Menurutnya, masyarakat modern kini lebih menyukai tampilan visual yang ringkas, bersih, dan mudah dipahami, daripada desain yang terlalu ramai.

Prinsip Dasar Desain

淒esain yang simpel bukan berarti membosankan. Justru dengan kesederhanaan, pesan utama bisa tersampaikan lebih cepat dan efektif, jelas Ardiansyah kepada para peserta.

Lebih lanjut, Ardiansyah menguraikan bahwa desain yang baik harus berlandaskan pada prinsip-prinsip dasar seperti simplicity (kesederhanaan), unity (kesatuan), consistency (konsistensi), balance (keseimbangan), proportion (proporsi), dan emphasis (penekanan).

Ia menambahkan bahwa keenam prinsip tersebut saling berkaitan untuk menciptakan hasil visual yang harmonis dan komunikatif. 淜alau dulu desain yang ramai dianggap menarik, sekarang justru yang sederhana dan fokus pada pesan utama lebih disukai, ujarnya.

Pemilihan Aplikasi Desain yang Tepat 

Dalam sesi yang sama, Ardiansyah juga menjelaskan perbedaan antara desain berbasis piksel (raster) dan vektor. Desain raster, yang menggunakan Adobe Photoshop, cocok untuk pengolahan foto, namun mudah pecah ketika kita memperbesarnya. Sedangkan desain vektor, yang pengerjaanya melalui Adobe Illustrator atau Figma, tetap tajam di berbagai ukuran karena tersusun dari garis dan bentuk matematis.

Ardiansyah juga menyebut Figma sebagai salah satu platform desain paling populer saat ini, terutama di kalangan mahasiswa. Aplikasi ini ia nilai mudah diakses, mendukung kolaborasi tim, dan praktis digunakan tanpa harus menginstal perangkat lunak berat.

Sementara itu, Photoshop dan Illustrator tetap menjadi pilihan profesional yang memerlukan detail tinggi. Ardiansyah juga menyoroti perkembangan AI dalam Photoshop, seperti fitur Generative Fill dan Action Recommendation, yang semakin memudahkan desainer dalam berkreasi.

Menutup pemaparannya, Ardiansyah berpesan agar peserta tidak ragu untuk berkreasi dan terus belajar. Ia menekankan pentingnya percaya diri dalam berkarya, karena kemampuan desain akan berkembang seiring latihan dan pengalaman. 淛angan pesimis dengan karya sendiri. Semua desainer hebat juga berawal dari mencoba dan gagal. Yang penting, terus belajar dan terbuka terhadap kritik, pesannya.

Ia juga mendorong peserta untuk memanfaatkan berbagai sumber belajar digital seperti website, komunitas desain, hingga platform media sosial seperti TikTok dan YouTube untuk memperkaya pengetahuan dan referensi visual.

Penulis: Saffana Raisa Rahmania

Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT