UNAIR NEWS Dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) mengadakan simposium nasional bertajuk 淎ctualization of the Patriotic Youth Spirit in Ushering Indonesian Golden Era 2045 pada Jumat (11/11/2022). Acara ini terbuka untuk umum dan berlangsung secara hybrid.
Wakil Dekan III FISIP UNAIR Irfan Wahyudi SSos MComm PhD memberikan sambutan dalam pembukaan simposium. Kemudian, hadir pembicara KH Abdul Hakim Mahfudz, pengasuh Pesantren Tebuireng; Dr H Emil Elestianto Dardak BBus MSc, wakil gubernur Jawa Timur; dan Dr Hj Nisful Laila SE MCom, wakil dekan II Fakultas Ilmu Ekonomi dan Bisnis UNAIR.
KH Abdul Hakim Mahfudz atau dikenal dengan Gus Kikin mengajak mahasiswa untuk merefleksikan makna 10 November yang baru saja diperingati sebagai Hari Pahlawan. Menurutnya, peringatan ini merupakan momen mengenang jasa dan keberanian para pejuang bangsa termasuk ulama pesantren yang dapat menjadi teladan bagi pemuda di masa sekarang.
Selain itu, Wagub Jatim memaparkan bahwa generasi muda bisa berkontribusi dalam mendorong perekonomian daerah melalui ekonomi kreatif dengan pemanfaatan teknologi. Di tengah tuntutan era digital, sumber daya manusia pemuda ini harus ikut mendukung perubahan tersebut agar tercipta pembangunan dan pembaharuan yang lebih inovatif.
淎papun itu generasi muda akan menjadi agen perubahan kalau mereka terbuka pada ide-ide baru, seperti misalnya bagaimana Bung Karno banyak membaca pemikiran dari para cendekiawan di berbagai belahan dunia. Dan ini bukan hanya Bung Karno, tapi tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan saat itu juga cendekiawan yang banyak membaca, tuturnya via Google Meet.
Peran pemuda pada sektor ekonomi kreatif disampaikan pula oleh Dr Hj Nisful dalam upaya membangkitkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal ini untuk memperluas penyerapan sumber daya manusia sehingga mengurangi ketergantungan terhadap pemerintah mengingat tahun 2045 Indonesia akan menghadapi bonus demografi.
淜ontribusi mahasiswa dalam membangun ekonomi kreatif bisa mendirikan start up, memberdayakan ekonomi desa dengan menciptakan produk kreatif, memberikan solusi, serta meningkatkan partisipasi mahasiswa saat program pengabdian masyarakat, jelas dosen Departemen Ekonomi Syariah itu.
Penulis: Sela Septi Dwi Arista
Editor: Nuri Hermawan





