n

51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

BEM FPK UNAIR Gelar ˜™SALMON™™ di Pelosok Kota Santri

SALMON
Salah satu anak desa tempat SALMON BEM FPK UNAIR di gelar. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS “ Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK), 51¶¯Âþ, melakukan bakti sosial dengan mengusung tema SALMON (Social and Learning Activity with Morality for Nation) pada pertengahan hingga akhir Juli. Selain menjadi kegiatan bakti sosial, acara tersebut juga menjadi ajang melatih kepedulian sosial kepada masyarakat.

“Suatu kebanggaan bagi saya bisa bersanding dengan warga Desa Pojok Klitih, merasakan kehidupan yang tidak pernah saya alami,™™ ujar Alifa Amalia Izzati mahasiswa Akuakultur Fakultas Perikanan dan Kelautan 2017.

Desa terpencil, tertinggal, dan terpelosok menjadi latar belakang kegiatan yang diggas oleh Departemen Pengmas BEM FPK UNAIR. Desa yang berjarak sekitar 50 KM dari pusat kota Jombang itu nyaris tidak pernah terjamah kendaraan beroda empat. Sepanjang jalan hanya dihiasi bebatuan cadas yang terjal.

“Alasan lain, Desa Pojok Klitih belum pernah dilakukan kegiatan sosial dan penyuluhan oleh universitas lain,™™ ujar Alifa Amalia.

Sambutan hangat oleh warga desa dirasakan oleh Alifa selaku anggota kegiatan SALMON. Alifa mengatakan bahwa keramahan warga setempat membuat para anggota SALMON merasa krasan tinggal di sana dan tidak mau pulang.

Rangkaian acara kegiatan SALMON, jelasnya, dimulai dengan penyuluhan kolam terpal dan pakan oleh Dinas Perikanan Jombang yang dihadiri oleh 30 karang taruna dan warga setempat, kegiatan mengajar di SDN 1 Desa Pojok Klitih, mengaji bersama di masjid yang ada di sekitar desa, dan sinau bareng.

“Sedang di hari kedua, SALMON diisi kegiatan yang sama, perbedaannya hanya pada penyuluhan perikanan karena dihadiri oleh ibu-ibu PKK. Mereka diajak belajar mengenai manfaat ikan dan cara pengolahan ikan yang baik,” jelasnya.

Sedang, pada SALMON di hari ketiga dilangsungkan penyuluhan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dan penyuluhan terkait Narkoba dan HIV/AIDS oleh UKM Mapanza UNAir serta dilakukan mengaji bersama.

“Di hari terakhir, sebagai penutup acara, SALMON melakukan aksi jalan sehat bersama yang diselenggarakan di SDN 1 Desa Pojok Klitih,” imbuhnya.

Selain itu, jelasnya, desa santri layak menjadi sebutan bagi Desa PojokKlitih. Pasalnya warga desa selalu mengindahkan nilai-nilai agama Islam dalam menjalani kehidupan. Hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya institusi pendidikan yang didirikan berbau islami seperti madarasah dan pesantren.

“Sekalipun didirikan sekolah negeri, seluruh siswa perempuan selalu menutup aurat dengan berjilbab,” jelas Alifa.

Pada akhir, Alifa juga berujar sebagian besar para orang tua lebih percaya jika anak-anak mereka mengenyam bangku sekolah di lembaga pendidikan berbasis Islam seperti madarasah. Bila sudah remaja, biasanya anak-anak segera dipondokkan supaya kelak bisa menyandang gelar ustad atau ustadzah.

Penulis: Tunjung Senja Widuri

Editor: Nuri Hermawan

AKSES CEPAT