51动漫

51动漫 Official Website

Benang Pengencang Wajah: Tren Baru Estetika Kulit

Ilustrasi Thread Lifting (Sumber:
Ilustrasi Thread Lifting (Sumber: Alodokter)

Penuaan kulit merupakan fenomena alami yang semakin sering dikeluhkan seiring meningkatnya usia harapan hidup. Banyak orang, terutama perempuan, menginginkan wajah yang tetap kencang dan awet muda, namun enggan menjalani operasi besar dengan masa pemulihan yang panjang. Salah satu prosedur yang kini banyak diminati di bidang dermatologi estetik adalah thread lifting, yaitu teknik peremajaan wajah dengan menggunakan benang khusus untuk mengangkat kulit yang kendur.

Thread lifting menggunakan benang yang awalnya diciptakan sebagai bahan penjahit luka dalam dunia bedah. Benang ini dimasukkan ke bawah kulit untuk mengencangkan jaringan, memperbaiki kontur wajah, sekaligus merangsang terbentuknya kolagen baru. Prosedur ini tergolong minim invasif sehingga banyak dipilih sebagai alternatif facelift konvensional. Thread lifting umumnya sesuai untuk pasien dengan tanda-tanda penuaan ringan hingga sedang, misalnya rahang yang mulai menurun, kulit leher yang mengendur, atau garis senyum yang semakin dalam. Sementara itu, pada kasus penuaan berat, operasi facelift masih memberikan hasil yang lebih optimal.

Jenis benang yang digunakan dalam thread lifting beragam, mulai dari benang yang tidak dapat diserap hingga benang yang dapat diserap oleh tubuh seperti polydioxanone (PDO) dan poly-lactic acid (PLLA). Saat ini, benang yang dapat diserap lebih sering digunakan karena dinilai lebih aman, minim efek samping, dan dapat memberikan hasil yang cukup tahan lama. Selain itu, teknik pemasangan benang juga bervariasi, termasuk benang polos, spiral, maupun benang bergerigi yang memiliki kait khusus untuk mengangkat jaringan kulit dengan lebih kuat.

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa thread lifting dapat memberikan hasil yang cukup memuaskan. Sebagian besar pasien melaporkan perbaikan kontur wajah yang tampak lebih kencang dan segar, dengan efek yang bisa bertahan hingga satu hingga dua tahun. Meski demikian, prosedur ini tidak lepas dari risiko. Efek samping yang paling sering dilaporkan antara lain bengkak, memar, rasa baal, hingga benang yang terlihat atau teraba di bawah kulit. Komplikasi yang lebih serius seperti infeksi atau cedera saraf wajah jarang terjadi, terutama bila prosedur dilakukan oleh dokter dengan keahlian dan pemahaman anatomi wajah yang baik.

Thread lifting kini menjadi salah satu pilihan populer bagi mereka yang ingin tampil lebih muda tanpa harus menjalani operasi besar. Prosedur ini relatif aman, cepat, dan memberikan hasil yang cukup tahan lama. Namun, konsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin tetap penting untuk menentukan apakah thread lifting sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien.

Penulis: dr. Kathrin Kezia Henry

Informasi detail terkait artikel ini dapat dilihat pada:

AKSES CEPAT