51动漫

51动漫 Official Website

Optimalisasi Perencanaan Dan Pengendalian Persediaan Dengan Penerapan Metode Riset Operasi

Sumber: Arum Visuals on Unspalsh

Perencanaan dan pengendalian persediaan dalam suatu perusahaan bukan hanya fungsi operasional biasa, melainkan organ penting dalam kelangsungan operasional suatu bisnis atau organisasi terutama karena sifatnya yang berkaitan dengan finansial. Dalam situasi pasar yang bersifat tidak tentu dan fluktuatif, ketidakmampuan suatu bisnis dalam mengelola persediaan secara efektif dapat mengkerdilkan keunggulan kompetitif secara signifikan. Jika dilihat dari perspektif biaya, perencanaan persediaan secara langsung mengikat working capital baik itu berupa barang mentah, barang dalam proses maupun barang jadi. Kelebihan persediaan atau overstock berakibat pada timbulnya biaya penyimpanan yang tinggi hingga risiko barang mengalami penurunan nilai (obsolete). Sementara, jika terjadi kekurangan persediaan atau understock, maka potensi kehilangan kesempatan penjualan meningkat, yang juga bisa berdampak pada menurunnya kepuasan pelanggan, dan terganggunya rantai produksi (jika berkaitan dengan barang mentah maupun barang dalam produksi) yang dapat mempengaruhi tingkat idle time atau bahkan downtime. Oleh karena itu, melakukan perencanaan persediaan secara optimal menjadi penting dalam mengupayakan keseimbangan antara permintaan dan persediaan itu sendiri, agar total biaya keseluruhan dapat diminimalisasi dan tingkat layanan (service level) dapat dimaksimalkan dengan melakukan peramalan permintaan. Peramalan permintaan berfungsi untuk membantu suatu bisnis dalam menentukan safety stock yang tepat, serta menjadwalkan periode pemesanan secara tepat dan strategis. Dengan demikian, tingkat pemenuhan layanan (service level) suatu bisnis dapat meningkat dan berdampak pula pada peningkatan kepuasan dan loyalitas pelanggan. Selain itu, pemilik bisnis dapat mengantisipasi sehingga tidak kewalahan dengan dinamika pasar yang bersifat fluktuatif.

Penelitian ini membahas strategi pengadaan produk handy talkie dari sebuah distributor tunggal yang bekerja sama dengan produsen China yang dioptimalkan menggunakan pendekatan riset operasi yaitu integer linear programming (ILP). Masalah utama dari studi kasus yang diangkat adalah bagaimana memenuhi permintaan yang meningkat dengan kendala anggaran yang terbatas dan dengan beberapa alternatif pemasok yang menawarkan harga dan kebijakan diskon yang berbeda-beda. Model ILP yang dikembangkan dalam penelitian ini memiliki fungsi tujuan untuk meminimalkan total biaya pengadaan, dengan kendala utama berupa pemenuhan kapasitas, kebijakan diskon dari supplier, dan lain-lain, di mana variabel keputusan yang digunakan adalah berapa jumlah unit yang harus dibeli untuk masing-masing tipe produk.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa model yang dikembangkan mampu memberikan strategi pengadaan yang optimal dengan menentukan kombinasi jadwal pemesanan beserta jumlah unit yang dipesan dengan pertimbangan faktor trade-off biaya dan parameter persediaan. Hasil optimasi didapatkan bahwa proses pengadaan dilakukan satu kali saja di sepanjang planning horizon, di mana hal ini memungkinkan karena produk bukanlah produk yang bersifat perishable (mudah rusak). Perubahan strategi jumlah pesanan ini dapat meningkatkan nilai inventory turnover (ITO) dari kondisi eksisting dan menunjukkan bahwa modal yang dibutuhkan oleh distributor untuk strategi pemesanan yang diusulkan adalah sebesar 50.279% lebih rendah dari modal awal yang dikeluarkan oleh distributor. Jumlah dan jadwal pemesanan yang diusulkan tetap dapat memenuhi seluruh permintaan dan menjaga safety stock di sepanjang planning horizon. Maka, metode ILP dapat menjadi salah satu metode alternatif yang digunakan dalam perencanaan dan pengendalian persediaan.

Penulis: Chandrawati P. Wulandari, Ph.D.

Publikasi:

Wulandari, C. P., Yohana, P., Muthi’ah, A. D., Pinandito, A., & Abdul Kadir, A. Z. (2025). An Integer Linear Programming Optimization of Handheld Radio Procurement Strategy: A Case Study. Engineering Letters33(9).

AKSES CEPAT