51动漫

51动漫 Official Website

Bentuk dan Format Penyajian Informasi dalam Proses Keputusan Investasi

Foto by Amartha Blog

Pengambilan keputusan investasi adalah proses memilih alternatif terbaik diantara pilihan yang saling berkompetisi. Dalam proses keputusan investasi tersebut, salah satu faktor penting adalah informasi. Tetapi acapkali sebuah informasi menjadi tidak relevan dan tidak memberi manfaat maksimal karena bentuk penyajiannya tidak tepat, atau cara penyajiannya tidak tepat. Akibatnya sebuah keputusan menjadi salah.

Setiap pengambil keputusan memiliki gaya yang berbeda dalam mencari, mengelola, dan memahami informasi. Informasi yang baik tetapi disajikan dengan cara yang tidak sesuai, baik format maupun bentuk informasi juga menjadi tidak bermanfaat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh format penyajian dan bentuk informasi terhadap proses pengambilan keputusan investor nonprofesional di Indonesia. Perilaku investor, termasuk akuisisi, evaluasi, pembobotan, penilaian, dan keputusan alokasi, dijelaskan secara eksplisit setelah melihat bentuk informasi dan bentuk penyampaiannya dalam berbagai format presentasi.

Untuk menguji apakah format penyajian informasi dan bentuk informasi memengaruhi proses pengambilan keputusan investasi? Penelitian ini menggunakan metode eksperimen berbasis web dengan desain faktorial 2脳2 antar-subjek. Delapan puluh sembilan mahasiswa berpartisipasi dalam eksperimen ini dan bertindak sebagai investor pengganti. Mereka diberikan laporan kinerja perusahaan yang disajikan dalam format laporan yang berbeda (terintegrasi versus tidak terintegrasi) dan berbagai bentuk informasi (visual versus deskriptif).

Eksperimen dilakukan untuk menyelidiki pengaruh bentuk informasi integrated reporting (IR) dan format presentasinya terhadap perilaku individu dalam membuat keputusan investasi oleh non-profesional. Hasilnya menunjukkan bahwa IR yang disajikan secara visual mempengaruhi proses pengambilan keputusan. Selain itu, hasilnya juga menunjukkan bahwa laporan terintegrasi lebih berpengaruh daripada laporan tidak terintegrasi. Integrasi informasi keuangan dan non-keuangan dapat mengurangi bias dalam pemahaman investasi dibandingkan ketika hanya ada informasi keuangan. Hasil studi ini mendukung teori beban kognitif dengan membuktikan bahwa informasi yang mudah dipahami menurunkan beban kognitif investor.

Hasil penelitian ini memiliki implikasi, baik implikasi praktis maupun penelitian. Adapun implikasi praktisnya, bahwa: pembuat kebijakan di Indonesia dalam menyiapkan standar pelaporan, harus mempertimbangkan penggunaan kerangka laporan yang terintegrasi dalam menyajikan informasi perusahaan, karena akan memudahkan pengambilan keputusan oleh investor. Hasil ini menunjukkan bahwa untuk penyajian informasi yang mereka gunakan, perusahaan harus mempertimbangkan penggunaan bentuk visual presentasi daripada deskriptif untuk membuat investor antusias.

Penelitian ini juga memiliki implikasi untuk penelitian di masa mendatang. Pertama, hasil ini memiliki efek yang menguntungkan dalam hal presentasi visual IR. Informasi yang disajikan secara visual memudahkan investor untuk mendapatkan pemahaman holistik tentang kondisi perusahaan, dan ini memengaruhi investor ketika mereka membuat keputusan. Kedua, hasil ini memperkuat beban kognitif teori dalam hal informasi apa yang mudah dipahami investor secara holistik. Informasi jika disajikan secara visual lebih berpengaruh terhadap keputusan alokasi investasi di Indonesia. Selain itu, hasil post hoc test menunjukkan bahwa laporan terintegrasi lebih berpengaruh daripada laporan tidak terintegrasi.

Penulis: Prof. Dr. I Made Narsa, M.Si., Ak., CA.

Baca selengkapnya di link berikut:

Citation:

Widyatama, A. and Narsa, I.M. (2022), “The use of visual presentations for integrated reports in the investment decision-making process”, Journal of Applied Accounting Research, Vol. ahead-of-print No. ahead-of-print. https://doi.org/10.1108/JAAR-09-2021-0238

AKSES CEPAT