Covid-19 menjadi permasalahan kesehatan di Indonesia bahkan dunia, pada bulan Maret World Health Organization (WHO) menyatakan wabah akibat virus covid-19 sebagai pandemi global. Situasi covid-19 di dunia masih terus meningkat. Dalam upaya mengembalikan kondisi dunia sebagaimana sebelum pandemi, telah diusung program oleh pemerintah diantaranya 5M dan sosialisasi pandemi Covid-19 oleh pemerintah di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Ketidakpatuhan penerapan protokol kesehatan 5M (mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak minimal 1 meter, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas) yang telah ditetapkan pemerintah di era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) menjadi salah satu faktor maraknya penyebaran risiko paparan Covid-19. Padahal, selama masa pandemi Covid-19 perubahan perilaku serta kesadaran masyarakat sangat penting untuk memutus penyebaran Covid-19. Penelitian ini dilakukan pada calon penumpang kapal karena di pelabuhan merupakan tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai macam daerah kabupaten atau kota yang memiliki suku, pendidikan dan status sosial yang beragam.
Dengan kondisi pandemi seperti waktu lalu, banyaknya orang yang berkumpul pada satu pelabuhan dan berasal dari bermacam-macam daerah menjadikan hal tersebut sebagai masalah karena dapat mengakibatkan penyebaran virus Covid-19 semakin masif dan tidak terkendali. Permasalahan tersebut semakin diperparah dengan masyarakat yang sebagian besar datang di area pelabuhan tidak menerapkan protokol kesehatan 5M. Penerapan perilaku sosial yang baru pada masyarakat tidaklah mudah dan masih ada sebagian orang masih belum taat dalam penerapan kebiasaan baru. Penelitian oleh Yanti dan Mulyadi tahun 2020 menganalisis perilaku taat pada kebijakan social distancing sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19 di Indonesia menunjukkan bahwa tingkat pendidikan dan pekerjaan memengaruhi sikap positif dalam penerapan social distancing. Pengetahuan yang baik dalam efektivitas social distancing dan sikap atau respons yang positif akan meningkatkan niat untuk berperilaku menerapkan protokol kesehatan.
Faktor individu penumpang kapal yang memengaruhi penerapan protokol kesehatan di pelabuhan antara lain jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan. Namun, juga terdapat faktor individu lainnya yang tidak terbukti turut memengaruhi perilaku penumpang kapal dalam menerapkan protokol kesehatan. Faktor tersebut diantaranya adalah suku budaya dan status pernikahan. Hasil penelitian ini memberikan masukan bagi pengelola pelabuhan agar memerhatikan berbagai faktor individu penumpang kapal agar penerapan protokol kesehatan disaat pandemi menjadi lebih optimal. Selain itu, dengan hasil penelitian ini memberikan dampak bagi penelitian selanjutnya agar meneliti faktor lainnya di luar faktor individu yang potensial memengaruhi penerapan protokol kesehatan oleh penumpang kapal di pelabuhan.
Penulis: Candra Panji Asmoro, S.Kep.Ns.,M.Kep.
Informasi hasil riset dapat dilihat pada link:





