Pengetahuan menjadi salah satu bahan penting dalam resep kesuksesan organisasi di era teknologi dan informasi yang dinamis saat ini. Bagaimana organisasi dapat bertahan, berkelanjutan dan berinovasi merupakan sebagian dari urgensi pengetahuan. Berbagai studi sebelumnya telah mengungkap manfaat pengetahuan dan pengelolaan pengetahuan, termasuk upaya berbagi pengetahuan dalam konteks organisasi. Tidak ketinggalan pula studi-studi yang mencoba mengungkap apa saja faktor-faktor pendorong kesuksesan dalam pemanfaatan dan diseminasi pengetahuan. Faktor pendorong dan manfaat mengenai pengetahuan yang dikaji tersebar pada berbagai level, meliputi individu, tim, dan organisasi. Di antara ketiganya, level individu masih mendominasi kajian pada topik pengelolaan pengetahuan.
Banyak dari studi-studi tersebut masih memfokuskan kajiannya pada konteks karyawan operasional. Di sisi lain, kajian yang dilakukan dalam konteks posisi manajerial, seperti manajer tingkat menengah masih belum menjadi sorotan. Adapun manajer menengah memiliki peran penting sebagai penghubung arah strategis organisasi dengan implementasinya di lapangan. Dalam hal ini, manajer menengah berperan sebagai jembatan pengetahuan antara manajeri tingkat atas dengan manajer tingkat bawah serta karyawan operasional. Secara spesifik, manajer menengah bertanggungjawab untuk melaporkan apa yang diketahui kepada manajer atas dalam rangka perumusan kebijakan strategis organisasi. Pada peran yang sama, manajer menengah juga bertanggungjawab untuk menerjemahkan kebijakan strategis kepada bawahannya agar dapat dieksekusi secara tepat. Dengan demikian, manajer menengah mengelola pengetahuan dengan cara membagi dan mengumpulkan pengetahuan, baik kepada manajer atas maupun bawahannya.
Berdasarkan urgensi dan peran yang belum banyak disorot, kami berupaya menelaah faktor pendorong dan manfaat perilaku berbagi pengetahuan manajer menengah dalam konteks organisasi perbankan di Indonesia. Konteks tersebut penting untuk dikaji karena mereka tengah berhadapan dengan lembaga keuangan lain yang mengunggulkan inovasi di bidang pelayanan keuangan. Oleh sebab itu, bank perlu beradaptasi dan berinovasi dengan lincah, yang mana manajer menengah (dalam hal ini kepala kantor cabang) dapat mengakselerasinya dengan memastikan aliran pengetahuan dari atas hingga bawah tetap lancar. Hasilnya, kesuksesan kepala kantor cabang tercermin dari kinerjanya yang di dalamnya terkandung capaian-capaian utama kantor cabang bank.
Dalam kajian ini, kami melibatkan 334 kepala kantor cabang dari salah satu bank badan usaha milik negara sebagai partisipan survei. Temuan kami menunjukkan bahwa pimpinan kepala kantor cabang berkontribusi penting dalam mendorongnya untuk berbagi pengetahuan. Pimpinan berfungsi untuk menyuplai bahan bakar psikologis bagi kepala kantor cabang sehingga mereka merasa mampu dan leluasa untuk berbagi dan mengumpulkan pengetahuan, baik kepada pimpinan itu sendiri maupun bawahannya. Meskipun demikian, berbagi pengetahuan adalah satu-satunya cara yang efektif dalam menopang kinerja kepala kantor cabang. Temuan tersebut menegaskan peran manajer menengah dalam posisi kepala kantor cabang sebagai diseminator informasi dalam organisasi sehingga strategi dapat berjalan sesuai dengan rencana.
Dari temuan studi kami, terungkap perbedaan jelas antara perilaku berbagi pengetahuan dalam konteks karyawan operasional dan manajer menengah. Secara spesifik, studi sebelumnya secara konsisten menemukan bahwa karyawan cenderung mengumpulkan pengetahuan sebanya-banyaknya untuk menjaga keunggulan kompetitif dan sebagai sumber daya penting untuk menghasilkan kinerja optimal. Di sisi lain, kinerja manajemen menengah bergantung pada kinerja organisasi, yang mana menjadi optimal apabila pengetahuannya diketahui dan dapat dimanfaatkan oleh setiap individu. Dengan demikian, studi kami tidak hanya melahirkan kontribusi bagi perkembangan literatur mengenai pengelolaan pengetahuan, tetapi juga dapat bermanfaat bagi organisasi perbankan untuk merancang strategi guna memastikan aliran pengetahuan dapat berjalan lancar dan mampu dimanfaatkan secara efektif dalam rangka menghadapi tantangan bisnis saat ini.
Penulis: Ahmad Rizki Sridadi, Anis Eliyana, Ari Prasetyo, Fatin Fadhilah Hasib, Andika Setia Pratama, dan Zaleha Yazid.
Informasi lengkap dari artikel ini dapat dilihat pada tulisan kami pada laman jurnal Knowledge Management Research and Practice:





