Sebagian besar penelitian tentang kualitas hidup tenaga kesehatan selama pandemi melaporkan beban kerja tenaga kesehatan yang merawat pasien COVID-19 di rumah sakit ternyata meningkatkan ketidakseimbangan kehidupan kerja dan membahayakan kesehatan mental petugas kesehatan. Di lain sisi, hanya sedikit penelitian yang menjelaskan tentang bagaimana kondisi tenaga kesehatan yang berada di komunitas. Tracing, testing, treatment dan vaksinasi massal Pandemi COVID-19 telah menjadi agenda utama dalam pencegahan penyebaran virus COVID-19. Aktivitas ini tentu juga telah melipatgandakan beban kerja petugas Puskesmas yang menjadi garda depan dalam pelayanan kesehatan primer.
Tim peneliti dari Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat 51动漫 bekerja sama dengan peneliti dari University of Malaya melakukan penelitian untuk menyelidiki bagaimana keseimbangan kehidupan kerja terkait COVID-19 berdampak pada stres pada petugas kesehatan primer di tahun ketiga pandemi.
Penelitian yang dilakukan mengumpulkan data melalui survei cross-sectional berbasis web yang dilakukan pada petugas kesehatan primer di Kabupaten Kediri, Indonesia. Penelitian dilakukan setelah terjadi lonjakan kasus COVID-19 karena Omicron yang merupakan lonjakan kasus tertinggi ke sekian kalinya di dunia. Pengambilan data dilakukan tepat setelah lonjakan antara Juli dan Agustus 2022, tahun ketiga pandemi COVID-19 melanda Indonesia. Di bawah koordinasi dengan pejabat kesehatan pemerintah daerah, petugas Puskesmas se-Kabupaten Kediri diundang untuk berpartisipasi dalam survei online.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik sosiodemografi, termasuk jenis kelamin, usia, status perkawinan, tahun pengalaman profesional, dan tingkat pendidikan, tidak berhubungan secara signifikan dengan tingkat stres di antara responden. Secara terpisah, variabel kondisi kerja dan kehidupan pribadi tidak berhubungan dengan tingkat stres. Namun, pekerjaan dan kehidupan pribadi petugas Puskesmas saling mengganggu selama pandemi dan dikaitkan dengan stres mereka yang lebih tinggi. Hasil ini mengindikasikan bahwa selama pandemi, kehidupan kerja tenaga kesehatan di Puskesmas lebih mengganggu kehidupan pribadi mereka daripada bagaimana kehidupan pribadinya mengganggu kehidupan kerja petugas Puskesmas. Sementara itu, peningkatan kehidupan kerja terhadap kehidupan pribadi dan sebaliknya lebih rendah daripada gangguannya. Kondisi tersebut terkait dengan persepsi stres yang lebih tinggi dari petugas kesehatan primer. Kebijakan tentang bagaimana support system untuk tenaga kesehatan dalam menangani wabah maupun pandemi perlu dipikirkan untuk memastikan kesehatan mental para tenaga kesehatan.
Penulis: Nuzulul Kusuma Putri, S.KM., M.Kes.
Jurnal: How does the work-life balance impact stress on primary healthcare workers during the COVID-19 pandemic?





